Eti Binti Toyib Pulang
Masih Ada 25 Warga Desa Cidadap Majalengka yang Berada di Arab Saudi Sebagai TKW
pihak Pemdes Cidadap meminta Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk terus memonitor aktivitas para pekerja tersebut.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Selain Eti Rohaeti binti Toyib Anwar yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi, ternyata masih ada 25 warga Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka lainnya yang bekerja di Timur Tengah.
Demikian disampaikan, Kepala Desa Cidadap, Suntono kepada Tribuncirebon.com, Selasa (7/7/2020).
Menurut Suntono, untuk mencegah adanya kejadian serupa dikalangan TKW yang bekerja di luar negeri, khususnya di Arab Saudi, pihak Pemdes Cidadap meminta Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk terus memonitor aktivitas para pekerja tersebut.
Sebab, kejadian Eti harus menjadi sebuah pembelajaran agar tidak terjadi lagi hal serupa.
"Itu semua untuk apa, untuk keselamatan para TKI itu sendiri. Kejadian Eti sangat memilukan, agar para TKI terjaga keselamatannya, terutama dalam masalah pelanggaran hukum," ujar Suntono.
Ia pun berharap, kejadian yang menimpa warganya itu tidak terjadi lagi dikemudian hari khususnya warga Desa Cidadap.
Sehingga, kasus pidana hingga hukuman mati terhindar dari para WNI pencari nafkah tersebut.
"Semoga tidak ada lagi seperti Bu Eti, dialami sekarang ini karena memang sangat memilukan bagi kami," ucapnya.
Seperti diketahui, Eti binti Toyib merupakan TKW yang bekerja di Kota Taif, Arab Suadi asal Majalengka, Jawa Barat.
• Daftar Harga HP Vivo Juli 2020 Lengkap dengan Spesifikasi Vivo X50 dan X50 Pro yang Segera Rilis
• Gempa di Pangandaran Bikin Ngeri, Pulau Jawa Sudah 3 Kali Diguncang hingga Siang Ini, Netizen Takut
• Daftar Harga Sepeda Lipat 2020, Mulai dari Rp 1 Jutaan, Sepeda Lipat Noris, Element Hingga Polygon
Namun, saat usia bekerjanya baru menginjak angka 1 tahun, ia harus berurusan dengan hukum lantaran dituduh telah meracuni majikannya yang berujung dengan kematian.
Eti pun dianggap bersalah dan dipidanakan dengan hukuman mati.
Namun, Eti berhasil lolos dari hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar.
Setelah, Kedubes Indonesia untuk Arab Saudi menawar dan melakukan berbagai pendekatan yang akhirnya ahli waris bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp 15,2 miliar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/kades-cidadap-suntono.jpg)