Breaking News:

Gencarkan Tes Massal Pekan Ini, Pemprov Jabar Beli Kembali Beli Alat Rapid Test dan Swab Test

n belum bisa menggunakan alat rapid test karya Unpad yang bernama CePAD. Sebab, katanya, alat ini masih menjalani uji validasi

Editor: Machmud Mubarok
Humas Jabar
Aktivitas petugas Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat saat mengambil sampel dahak dan lendir tenggorokan hidung (swab test) anggota Klaster GBI Lembang, di Kota Bandung, Minggu (29/3/20). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membeli kembali alat tes Covid-19, yakni alat rapid test dan alat swab test metode PCR.

Pengetesan masif terhadap warga selama ini menjadi salah satu fokus program Pemprov Jabar di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Siska Gerfianti, mengatakan hal itu dilakukan untuk mencapai target pengetesan kepada 300 ribu warga Jabar, seperti yang dilakukan negara lain yang sukses menangani Covid-19.

Sampai Selasa (7/7), setidaknya rapid test telah dilakukan terhadap 188.758 warga, sekitar 5.072 di antaranya reaktif. Kemudian swab test metode PCR dilakukan terhadap 83.153 warga, 4.812 warga di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

"Kami Pemprov Jabar sudah menganggarkan biaya tak terduga tahap ketiga, ini untuk pembelian alat rapid test. Dengan efisiensi dan lain-lain, kita ingin agar ada 300 ribu rapid test yang tersedia. PCR sebanyak 150 ribu," katanya di Gedung Sate, Selasa (7/7).

Siska mengatakan mulai pekan ini pihaknya sedang menyiapkan hampir 700 kendaraan tes mobile Covid-19 yang sebelumnya berfungsi sebagai mobil puskesmas keliling atau ambulans. Ratusan kendaraan tersebut difasilitasi 100 sampai 300 alat rapid test, tergantung area tujuan tesnya.

"Mobil ini akan keliling daerah, mencari kerumunan untuk melakukan random sampling. Kemudian kalau ada yang reaktif, akan dilakukan swab test. Banyaknya tes terngantung populasi kecamatan dan jumlah kasus di daerah tersebut," katanya.

Siska mengatakan belum bisa menggunakan alat rapid test karya Unpad yang bernama CePAD. Sebab, katanya, alat ini masih menjalani uji validasi sampai bisa diproduksi secara massal.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kabupaten kota di Jawa Barat masih memiliki banyak pekerjaan terkait penanganan Covid-19 pekan-pekan ini. Semua daerah, katanya, harus selalu cepat melaporkan data kasus secara transparan.

Daftar Harga HP Vivo Juli 2020 Lengkap dengan Spesifikasi Vivo X50 dan X50 Pro yang Segera Rilis

Gempa di Pangandaran Bikin Ngeri, Pulau Jawa Sudah 3 Kali Diguncang hingga Siang Ini, Netizen Takut

DAFTAR Lengkap Harga Sepeda Urban Merek Pasific Juli 2020, Mulai Rp 3,2 Juta Hingga Rp 35 Juta

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved