Covid 19 di Kota Sukabumi

40 SMA/SMK di Kota Sukabumi Siap Belajar Tatap Muka, Tinggal Diverifikasi Disdik Jabar

1 sekolah sisanya masih terus diupayakan untuk memenuhi persyaratan kesiapan memulai belajar tatap muka.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
ILustrasi: Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN Brondong 1 Kabupaten Indramayu, Senin (15/7/2019). 

Laporan Kontrinutor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi. 

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Dinas Pendidikan Wilayah lima Provinsi Jawa Barat menyebutkan sebanyak 40 dari 51 SMA/SMK sudah penuhi sejumlah persyaratan untuk melakukan belajar tatap muka. 40 namasekolah yang siap tersebut telah diserahkan ke Gugus Covid-19

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah lima Provinsi Jawa Barat Nonong Winarti, menjelaskan dari 51 sekolah yang sudah memenuhi persyatan berdasarkan verifikasi dari Disdik Jabar terkait bejalar tatap muka itu ada 40 sekolah.

"Dari 40 sekolah yang sudah dilakukan verifikasi tersebut sudah diserahkan kepada Wali Kota untuk dilakukan pengecekan intensif oleh gugus tugas Covid-19 Kota Sukabumi," katanya saat ditemui di di Balai Kota Sukabumi, Selasa, (7/7/2020).

Menurutnya, dalam dua hingga tiga hari kedepan Gugus Covid-19 Kota Sukabumi akan melakukan pengecekan terhadap 40 sekolah yang diajukan tersebut.

"Jadi nantinya tim Gugus tugas Covid-19 akan memastikan apakah 40 sekolah yang diajukan sudah sesuai dengan SOP protokol kesehatan, yang penting telah berpacu pada SKB tiga mentri, Mentri Kesehatan, Pendidikan dan Agama," jelasnya

Ia menyebutkan, apabila hasil verifikasi dari gugus tugas Covid-19 Kota Sukabumi 40 sekolah tersebut telah dinyatakan siap untuk menggelar tatap muka, nanti akan keluar keputusan dari Wali Kota.

"Ketika sudah dinyatakan layak maka, kita akan melakukan kehati-hatian dalam menggelar bejalar tatap muka," ucapnya.

Daftar Harga HP Vivo Juli 2020 Lengkap dengan Spesifikasi Vivo X50 dan X50 Pro yang Segera Rilis

Gempa di Pangandaran Bikin Ngeri, Pulau Jawa Sudah 3 Kali Diguncang hingga Siang Ini, Netizen Takut

Sedangkan, lanjut Nonong, 11 sekolah sisanya masih terus diupayakan untuk memenuhi persyaratan kesiapan memulai belajar tatap muka. Namun saat ini kondisi masih belum standar protokol kesehatan diantaranya dalam ketersediaan tempat cuci tangan , alat pengukur suhu dan masker.

"Mereka sebenarnya terus melakukan (protokol kesehatan) tapi tidak dibisa dipaksakan jika wastafel, thermogun dan maskernya masih kurang," katanya.

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved