Ribuan Pedagang di Pasar Pelita Kota Sukabumi Terancam Gulung Tikar, Dagangan Banyak Tak Terjual

sebelum Pasar Pelita dilakukan renovasi, dalam satu hari bisa menjual satu ekor sapi, namun saat ini hanya mampu menjual sekitar 3 sampai 5 kilogram

TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin
Pasar Pelita yang mangkrak selama 4 tahun di Kota Sukabumi. 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Ribuan pedagang di Pasar Tradisional Kota Sukabumi terancam gulung tikar, karena hampir setiap tahun daya beli masyakat terus mengalami penurunan, setelah Pasar Pelita dilakukan pembongkaran atau direnovasi.

Heri (40) seorang pedagang sapi di Pasar Pelita mengatakan, daya beli masyarakat atau warga yang hendak ingin berbelanja ke Pasar Pelita semakin sepi.

"Mulai sepinya pasar pelita itu terjadi semenjak pasar pelita mulai direnoviasi, atau sekitar 4 tahun yang lalu," katanya saat ditemui di kios dagangannya, Senin, (5/7/2020).

Menurutnya, sebelum Pasar Pelita dilakukan renovasi, dalam satu hari bisa menjual satu ekor sapi, namun saat ini hanya mampu menjual sekitar 3 sampai 5 kilogram per harinya.

"Sebelum adanya rencana renovasi Pasar Pelita sehari saya bisa menjual memotong satu ekor sapi. Namun untuk saat ini menjual daging sebanyak 5 kilogram saja sangat sulit," ucapnya

Ia mengungkapkan, apabila Pemkot, Dinas atau Instansi terkait lainnya tidak segera menyelesaikan masalah ini, maka dirinya akan terancam gulung tikar.

"Untuk saat ini saat masih bisa bisa bersyukur karena masih dapat bertahan, berbeda dengan rekan-rekan saya yang sudah gulung tikar terlebih dulu karena situan pasar yang terus sepi," ujarnya.

Daftar Harga HP Realme Terbaru Juli 2020: Realme X3 Rp 7,9 Juta, Realme XT Rp 3,4 Juta

Status Masih Zona Biru, Kasus Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya Bertambah Lagi

Sopir Tangki BBM di Indramayu Mogok Kerja, Anggota TNI Jadi Sopir Dadakan Jamin Pasokan

Sementara itu, Tomi (41) pedagang laiannya mengungkapkan, Pemerintah harus segera menyelesaikan permasalahan renovasi Pasar Pelita, pengunjung enggan untuk berbelanja ke pasar dengan kondisi yang kumuh.

"Sekarangkan masyarakat lebih memilih berbejalan ke supermarket, dibandingkan haris ke pasar tradisional pasar pelita yang kumuh dan jorok. Dan kalo dibiarkan seperti ini kami akan merugi, bahkan terancam bangkrut," ucapnya

Heri dan Tomi serta ratusan pedagang lainnya di Pasar Pelita Kota Sukabumi berhadap Pemkot dan Dinas terkait untuk segera menyelesaikan renovasi Pasar Pelita, sebab apabila maka akan ada pedagang lainya yang gulung tikar.

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved