Breaking News:

Masyarakat Ciayumajakuning Tak Perlu Resah, PT Pertamina Jamin Pasokan BBM Tetap Lancar

Terlebih PT Pertamina dibantu oleh anggota TNI untuk penyaluran BBM selama para buruh melakukan aksi mogok kerja.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Anggota TNI Indramayu saat membawa mobil tangki pengangkut BBM, Senin (6/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - PT Pertamina (Persero) pastikan pasokan BBM di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) tetap berjalan lancar walau ratusan awak mobil tangki (AMT) melakukan aksi mogok kerja.

Hal tersebut disampaikan Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Dewi Sri Utami kepada Tribuncirebon.com dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Dewi Sri Utami mengatakan, Terminal BBM (TBBM) Balongan memasok kebutuhan BBM hingga 2.600 kilo liter (KL) per hari.

Sebagian besar produk tersebut berasal dari kilang Pertamina Balongan.

"Sebagai langkah antisipasi, kami juga dapat melakukan  alih suplai dari Integrated Terminal Bandung Group, Fuel Terminal Cikampek, Tasikmalaya dan Tegal - Jawa Tengah," ujarnya.

Ia juga menegaskan, masyarakat di wilayah Ciayumajakuning tidak perlu risau. Ia menjamin pasokan BBM tetap akan terpenuhi sebagaimana mestinya.

Terlebih PT Pertamina dibantu oleh anggota TNI untuk penyaluran BBM selama para buruh melakukan aksi mogok kerja.

Rencananya ratusan sopir itu akan mogok kerja selama 4 hari lamanya karena Tunjangan Hari Raya (THR) mereka hingga hari ini belum dicairkan manajemen vendor.

Menanggapi aksi para ratusan awak mobil tangki tersebut, PT Pertamina menyerahkan seluruhnya kepada vendor outsourcing transportasi angkutan BBM.

Warga Desa Cidadap Majalengka Siap Sambut Kedatangan TKW Eti binti Toyib yang Pulang dari Arab Saudi

Sopir Tangki BBM di Indramayu Mogok Kerja, Anggota TNI Jadi Sopir Dadakan Jamin Pasokan

Daftar Harga iPhone Terbaru Bulan Juli 2020: iPhone 12 Mulai Rp 7,8 Juta, iPhone 8 Plus Rp 10,4 Juta

Tuntutan unjuk rasa tidak dilayangkan kepada Pertamina, karena secara hukum peserta aksi tidak memiliki hubungan kerja dengan Perusahaan.

Baik dengan TBBM Balongan maupun Pertamina Patra Niaga selaku perusahaan distribusi, anak perusahaan Pertamina.

"Kami menyesalkan terjadinya unjuk rasa AMT, karena menimbulkan kegelisahan di masyarakat terlebih pada masa pandemi saat ini," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved