Breaking News:

UTBK 2020

Peserta UTBK-SBMPTN di Jawa Barat akan Jalani Rapid Test Secara Acak

ITB 16.648 peserta, Unpad 11.032 peserta, IPB 14.887 peserta, UPI 15.234 peserta, ISBI 7.206 peserta, Unsika 7.296 peserta, dan Unsil 8.489 peserta.

Editor: Mumu Mujahidin
(Dok. Kompas.com)
Para peserta ujian SBMPTN berbasis komputer (UTBK) di salah satu panitia lokal Jakarta Kampus UI Depok (8/5/2018) 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Koordinator Sub Divisi Deteksi Dini dan Pelacakan Kontak pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Dedi Mulyadi, mengatakan pihaknya akan melakukan rapid test terhadap sejumlah peserta dan panitia Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Jawa Barat.
Jumlah peserta UTBK-SBMPTN 2020 di perguruan tinggi Jabar sendiri mencapai 80.792 orang.
Rinciannya, ITB 16.648 peserta, Unpad 11.032 peserta, IPB 14.887 peserta, UPI 15.234 peserta, ISBI 7.206 peserta, Unsika 7.296 peserta, dan Unsil 8.489 peserta.
Dari angka tersebut, rapid tes akan dilakukan kepada sekitar 900 orang di antaranya.
"Jumlah peserta dan panitia totalnya sekitar 90 ribu orang. Maka dengan ketentuan rapid test dilakukan terhadap 1 persennya, maka akan ada rapid test terhadap 900 orang yang terlibat UTBK," kata Dedi melalui ponsel, Minggu (5/7).
Dedi mengatakan dari 900 orang yang akan menjalani rapid test secara acak, 30 persen di antaranya adalah panitia, sedangkan 70 persennya peserta.
Panitia dianggap lebih rentan terkena Covid-19 karena mobilitas dan kontaknya yang tinggi.
Rapid test, katanya, baru bisa diselenggarakan Selasa (7/7) sampai Jumat (10/7).
Hal ini disebabkan di hari-hari pertama, pihaknya fokus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, terutama masalah kapasitas ruangan dan penjagaan jarak.
Jumlah orang yang akan dites di suatu titik ujian, katanya, didasarkan pada jumlah peserta ujiannya.
Contohnya jika di ITB terdapat 16 ribuan peserta, artinya tes akan dilakukan kepada sekitar 160 orang di ITB.
Pelaksanannya sendiri dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jadwal tes UTBK.
Sebelumnya diberitakan, keselamatan peserta tes UTBK-SBMPTN 2020 menjadi atensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penerapan protokol kesehatan dan pembatasan mobilisasi peserta tes diketatkan untuk mencegah penularan Covid-19.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial, Setda Provinsi Jabar, Dewi Sartika, mengatakan, tujuh perguruan tinggi negeri di Jabar akan menggelar UTBK-SBMPTN 2020.

Ketujuh perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Universitas Siliwangi (Unsil), dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

"Ada beberapa kebijakan yang bertujuan untuk melindungi keselamatan (peserta tes) dalam rangka produktif dan keadaan aman. 100 persen harus memenuhi protokol kesehatan," kata Dewi dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (2/7).
Setiap gelombang akan digelar dua sesi per hari.

"Apabila ada peserta yang sakit dan tidak bisa ikut atau berhalangan hadir, ini masih dimungkinkan ikut tes pada gelombang kedua. Yang jelas dari tim panitia UTBK akan melayani sebaik-baiknya bagi peserta yang sudah terdaftar menjalani UTBK," katanya.

Pelaksanaan UTBK di setiap perguruan tinggi tersebar di beberapa lokasi.
ITB misalnya, menggelar UTBK di kampus ITB, SMA Negeri 1, 2, 3, 4, dan 5 Kota Bandung.
Sedangkan, UTBK Unpad hanya berlangsung di kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Lokasi pelaksanaan UTBK IPB tersebar di beberapa tempat.
Selain kampus IPB sendiri, UTBK digelar di 16 SMA/SMK kabupaten/kota Bogor.
Pun demikian dengan UPI dan ISBI.
Sementara UTBK Unsil dan Unsika berlangsung di kampus masing-masing.

Menurut Dewi, Pemerintah Provinsi Jabar sudah menyampaikan berbagai rekomendasi kepada tujuh perguruan tinggi negeri.
Mulai dari pembatasan interaksi, menyiapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, memiliki Satuan Tugas, menyediakan pelayanan kesehatan, sampai menyiapkan ruang kesehatan dan ambulans.

Vladimir Putin akan Jadi Presiden Rusia hingga Tahun 2036 Setelah Memenangkan Referendum

Link Live Streaming Liga Itali di Bein Sports 2 Antara Inter Milan vs Bologna, Saksikan Malam Ini

"Pengecekan suhu juga harus dilakukan. Peserta dibatasi bagi yang berdomisili di Jabar. Ini untuk menghindari imported case (kasus impor)," katanya.

"Yang pasti adalah mereka membuat surat pernyataan untuk bertanggungjawab selama kegiatan UTBK termasuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota tempat pelaksanaan kegiatan. Bagaimana mereka menyiapkan keamanan di sekitar lokasi pelaksanaan UTBK, dan protokol teknis kesehatan UTBK," tuturnya.

Perwakilan Perguruan Tinggi Jabar yang hadir dalam jumpa pers tersebut, Rafly Chalil, memastikan semua perguruan tinggi yang menggelar UTBK berkomitmen mengimplementasikan protokol kesehatan secara ketat.

"Semua perguruan tinggi berjanji akan menjalani protokol COVID-19. Dari mulai peserta masuk, masuk ke kawasan kampus, lalu sampai mendekati gedung, lalu masuk ke ruang ujian," kata Rafly.

Rafly meminta peserta tes UTBK-SBMPTN untuk mencetak ulang kartu tanda peserta melalui website www.ltmpt.ac.id pada 29 Juni 2020 hingga batas terakhir 2 Juli 2020.

"Keluhan yang masuk adalah lokasi ujian. Sebagai contoh, peserta dari Sumatera Selatan yang harus ujian di kampus Unpad Jatinangor. Peserta itu harus menghubungi perguruan tinggi terdekat di Sumetera Selatan. Nanti perguruan tinggi bersangkutan akan berkomunikasi untuk pindah lokasi ujian," ucapnya.
"Misal ada peserta yang suhu badannya lebih dari 38 derajat. Mereka akan langsung ditangani tenaga kesehatan. Dan peserta itu dapat melakukan ujian pada gelombang kedua. Ada waktu 14 hari untuk recovery," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved