Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

KH Juhadi Muhammad Maju dalam Pilkada Indramayu 2020, Klaim dapat Dukungan Penuh dari Warga NU

Kedua nama itu kemudian akan direkomendasikan kepada partai koalisi perubahan yang meliputi PKB, PDI Perjuangan, Demokrat, Nasdem, PKS dan Hanura.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/ Handhika Rahman
Ketua PCNU Kabupaten Indramayu, Juhadi Muhammad 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menunjuk Dedi Wahidi dan KH Juhadi Muhammad sebagai kader yang disiapkan untuk bertarung pada Pilkada Indramayu 2020.

Kedua nama itu kemudian akan direkomendasikan kepada partai koalisi perubahan yang meliputi PKB, PDI Perjuangan, Demokrat, Nasdem, PKS dan Hanura.

Nama-nama yang direkomendasikan dari seluruh partai koalisi lalu akan digodokan kembali sehingga mengerucut pada pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menanggapi hal tersebut, KH Juhadi Muhammad yang sekaligus Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu angkat bicara.

Ia mengatakan, seluruh keputusan berada di tangan partai.

Sebagai kader dirinya hanya akan mengikuti tahapan-tahapan sebagaimana yang sudah diinstruksikan.

"Soal nanti siapa-siapanya yang akan didaftarkan kita tidak tahu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Gedung PCNU Kabupaten Indramayu, Minggu (5/7/2020).

Kendati demikian, ia optimis bisa terpilih menjadi kandidat calon bupati yang nantinya akan diusung.

Balon Bupati Indramayu dari PKB Optimis Koalisi Perubahan akan Menang Lawan Petahana di Pilkada 2020

PKB Indramayu Optimis Pasangan Balon Bupati yang Diusung Bisa Direkomendasikan Partai Koalisi

Berdasarkan hasil survey internal yang dilakukan PKB, KH Juhadi Muhammad bahkan menempati urutan kedua setelah Dedi Wahidi.

Selain itu, dukungan penuh pun disampaikan KH Juhadi Muhammad hadir dari kalangan nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU) atas pencalonannya dalam Pilkada Indramayu 2020.

"Soal optimis saya selalu optimis. Saya optimis terus sebelum matahari terbenam kita terus optimis," ujarnya.

Ia menyampaikan, pencalonannya mengikuti Pilkada Indramayu 2020 sudah menjadi sebuah panggilan. Sebagai putera asli daerah, ia berkeinginan membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Untuk mencapai itu, konsolidasi pun terus dilakukan KH Juhadi Muhammad dengan bersilaturahmi ke berbagai tokoh di Kabupaten Indramayu.

"Saya selalu berkonsolidasi kepada tokoh-tokoh baik secara struktural maupun kultural kita selalu bersilaturahmi," ujarnya.

Optimis Menang Lawan Petahana

Salah satu Bakal Calon Bupati Indramayu yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Juhadi Muhammad optimis calon yang akan diusung oleh koalisi perubahan bisa memenangkan Pilkada Indramayu 2020.

Hal tersebut ditegaskan KH Juhadi Muhammad kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu, Minggu (5/7/2020).

KH Juhadi Muhammad mengatakan, Pilkada Indramayu bisa dimenangkan jika seluruh partai yang tergabung dalam koalisi perubahan tetap solid hingga hari pelaksanaan nanti pada 9 Desember 2020.

Koalisi perubahan itu meliputi PKB, PDI Perjuangan, Demokrat, Nasdem, PKS dan Hanura.

"Strateginya hanya satu, yaitu harus bersatu. Dari semua partai yang ada harus bersatu melawan petahana," ujar dia.

Jika berkaca pada Pelaksanaan Pilkada Tahun 2015 lalu, disampaikan KH Juhadi Muhammad saat itu hanya ada dua pasang calon bupati yang bertarung secara head to head, yakni Anna Sophanah-Supendi dan Toto Sucartono-Rasta Wiguna.

Dengan hasil Anna Sophanah-Supendi menang tipis dengan perolehan sebesar 55 persen suara sedangkan pasangan Toto Sucartono-Rasta Wiguna hanya memperoleh sebesar 45 persen.

 Link Live Streaming Liga Itali di Bein Sports 2 Antara Inter Milan vs Bologna, Saksikan Malam Ini

 Seorang Istri di Medan Gerebek Suami yang Selingkuh dengan Temannya Sendiri di Kamar Hotel

Hanya saja, dalam pencalonan Anna Sophanah dan Supendi waktu itu tidak diusung langsung oleh Partai Golkar, sebagai gantinya kedua kader dari partai berlambang pohon beringin itu diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan Demokrat.

"Golkar waktu itu tidak bisa mendaftarkan diri karena sedang konflik jadi yang mengusung Gerindra, PKS, dan Demokrat," ujar dia.

Lanjut KH Juhadi Muhammad, jika dilihat dari kepartaian, dua partai dari tiga partai pengusung itu, yakni PKS dan Demokrat kini berada di koalisi perubahan.

Sedangkan Gerindra belum memutuskan akan bergabung dengan koalisi mana.

Terlebih ketiga partai pengusung itu, menurut KH Juhadi Muhammad tidak mendapat jabatan struktural inti di masa kepemimpinan sekarang, sehingga mereka tentu tidak akan berpihak kembali pada kubu petahana.

"Sekarang Golkar sendiri, walaupun kursinya 22 di parlemen saya yakin ada celah. Koalisi perubahan saya yakin akan menang dan potensi menangnya menurut saya besar," ucapnya.

 Kenye West Calonkan Diri Jadi Presiden Amerika Serikat, dan Siap Tantang Donald Trump

 UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia, Minggu 5 Juli 2020: Bertambah 1.607 Kasus Baru, Total 63.749

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved