Breaking News:

Berkunjung ke Indramayu Tak Lengkap Kalau Tak Menikmati Kue Blengep Cotot, Kue Legendaris dan Langka

Blengep Cotot selain melegenda juga jarang sekali ditemukan. Sebab juga jarang orang menggeluti usaha ini sebab ditinggalkan zaman.

(KOMPAS.com/ MOHAMAD UMAR ALWI)
Kue Blengep Cotot asal Indramayu, Jawa Barat. 

TRIBUNCIREBON.COM - Indramayu berada di bagian utara Jawa Barat. Merupakan daerah yang berbatasan dengan pantai utara Jawa sehingga dikenal sebagai kawasan Pantura.

Singgah di Indramayu, belum berkesan kiranya kalau tidak mencicipi kue satu ini. Di kota mangga ini kue tersebut memiliki nama unik. Blengep Cotot namanya.

Blengep Cotot merupakan kue atau jajanan tradisional khas Indramayu. Kue ini mirip Bakpao, namun teksturnya lebih kecil dan berbahan dasar ubi. Ubi direbus lalu ditumbuk halus kemudian dipipihkan.

Di tengahnya ditaburi bubuk gula merah lalu digulur-gulir sehingga membentuk bulatan. Agar satu sama lain tidak menempel, saat dibuatnya juga dilumasi sedikit minyak.

Blengep Cotot adalah kue yang sangat lezat. Dinamakan Blengep Cotot karena saat kue masuk mulut dinamakan 'bleng', dan lidah saat menyahut dinamakan 'lep'. Maka jadilah Blengep.

Lalu Cotot berasal dari mulut ketika hendak mengunyah bubuk gula lumer keluar. Maka orang Indramayu menyebutnya Cotot, atau keluar.

"Jadi namanya seperti itu, Blengep Cotot memang kue yang memiliki nama aneh, juga unik. Diambil dari filosofi yang merupakan nama lokal," ujar Siti, pembuat kue Blengep Cotot saat ditemui di rumahnya, Sabtu (4/7/2020).

Kue Blengep Cotot begitu sangat melegenda di Indramayu. Siti pembuat Blengep Cotot mengungkapkan kue ini warisan turun-temurun leluhur, sehingga menjadi jajanan tradisional khas.

Ini Daftar Harga HP Oppo Terbaru Juli 2020, Mulai Oppo A5s Rp 1,4 Juta Hingga Find X2 Pro Rp 18 Juta

Nih Daftar Harga Sepeda Murah, Harga Mulai Rp 1-2 Jutaan, Kualitas Oke, Tinggal Gowes Saja

Siti telah menekuni usaha ini sejak puluhan tahun lalu. Ia belajar membuat kue itu dari orangtuanya saat Siti masih kecil.

"Ya, awal-awal saya bantu orangtua, diajari. Lalu setelah ini saya bisa mandiri membuatnya, dan kalau dihitung-hitung kurang lebih 20 tahun saya belajar kue ini," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved