Video

VIDEO - Kuningan Terbuka untuk Investasi Siapapun, Bupati Bilang Tinggal Mengikuti Aturan Saja

Acep mengklaim bahwa usaha atau industri garmen itu melakukan proses pengerjaannya terhadap barang yang memiliki branding terkenal.

Laporan Kontibutor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Muncul isu soal sulit masuknya investasi di Kabupaten Kuningan, kontan mendapat bantahan langsung dari orang nomor satu di Kuningan.

"Tadi saya menerima isu demikian, tentu kami tegaskan bahwa daerah Kuningan sangat mudah bagi investor untuk melakukan pengembangan usahanya di daerah kami," ungkap Acep Purnama saat ditemui di Kantor Bupati Kuningan, Senin (29/6/2020).

Acep mengatakan, kemudahan untuk investasi dalam pengembangan usaha. "Telah kami siapkan lahan untuk kawasan industri berskala mikro," ujarnya.

Kawasan yang menjadi zona industri, kata dia, ini berada di wilayah Kabupaten Kuningan yang masuk dalam beberapa kecamatan."Seperti Kacamatan Ciawigebang, Kalimanggis, Cidahu dan Kecamatan Luragung," ujarnya.

Tadi juga, kata Acep, pemerintah telah menerima salah seorang pengusaha sekaligus sebagai aktivis yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia yakni Benny Kusbini yang menyampaikan tentang kecocokan lahan di Kuningan untuk pengembangan usaha.

"Memang benar Kuningan sebagai konservasi, namun tidak menutup kemungkinan ini harus mendapat dukungan untuk memenuhuinya sumber daya manusia dari sektor ekonomi," katanya.

Hati-hati, Hewan Ini Bakal Bersarang di Rambut Kemaluan Anda, Jangan Dibiarkan Lebat, Segera Cukur!

Pemkab Majalengka Kembali Raih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian 7 Kali Beruntun dari BPK-RI

VIDEO: 28.765 Ibu Usia Subur di Indramayu Ditarget Jadi Akseptor KB

Menyinggung soal PT. B & K Invest yang sempat melakukan somasi terhadap Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perizinan Pintu (DPMPTSP). "Pemerintah sudah terbuka, namun pihak investor itu sendiri melakukan penangguhan daripada kelanjutan izin usahanya," kata Acep.

Acep menerangkan, keterbukaan investasi di daerah Kuningan, tentu harus mengikuti tata cara dan aturan yang berlaku. "Seperti, ketika minta izin usaha itu harus bisa memperhatikan RT/RW (Rencana Tata Ruang Wilayah, red) dan tidak membuat risiko terhadap lingkungan. Contoh untuk PT B & K Invest ini bergerak bidang garmen, yang memiliki potensi perputara ekonomi di daerah," ungkapnya.

Apalagi, Acep mengklaim bahwa usaha atau industri garmen itu melakukan proses pengerjaannya terhadap barang yang memiliki branding terkenal. "Seperti merek jeans ternama Levis, ini sangat menguntungkan bagi daerah. Bayangkan, saja ketika pembuatan sebelumnya di negara Amerika, terus kemudian dikerjakan di daerah. Apakah itu tidak menjadi daya tarik untuk peningkatan nilai ekonomi daerah?" ujarnya.

Menyinggung soal Parabox Cafe, kata Acep, itu akan dilakukan peninjauan dalam tertib administrasi mengenai perizinan. "Sebab lokasi usaha itu tidak jauh dari lembaga pendidikan. Nah, meski usaha di lakukan diluar saat pelajaran, namun imejnya akan bagaimana?" katanya.

Terus kemudian, lanjut Acep, pemerintah daerah juga merencanakan pengalihan lembaga pendidikan yang berada di kawasan perkotaan. "Rencananya, SDN 17 yang berada di Pusat Perkotaan, memang akan di alihkan. Karena kondisi lingkungannya sudah nyaman terhadap kegitan sekolah, akibat adanya pusat perbelanjaan dan banyak lagi," katanya.

TONTON VIDEO DI SINI

(*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved