Ketua DPRD Kuningan Desak Bupati Acep Purnama Keluarkan Perbup Tetang Adaptasi Kebiasaan Baru

peraturan bupati itu sebagai landasan masyarakat dalam melakukan aktivitas dari berbagai kalangan dari masing – masing profesi

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy saat menyampaikan kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (28/5/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGANKetua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy mendesak Pemerintah Kabupaten Kuningan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Alasan ini mengingat masyarakat harus melakukan aktivitas seperti biasa,” ungkap Nuzul Rachdy saat memberikan keterangannya kepada wartawan, di kantor DPRD Kuningan setempat, Senin (29/6/2020).

Kemudian, kata politisi yang akrab disapa Zul in, desakan pemda untuk mengeluarkan Perbup tentu atas dasar pencabutan maklumat Kapolri tentang kerumunan warga di lingkungan sekitar.

“Juga atas dasar pemerintah provinsi Jawa Barat usai mencabut kebijakan PSBB (Pembatasan Social Berskala Besar, red),” ungkap Zul lagi.

Zul mengatakan, pengeluaran peraturan bupati itu sebagai landasan masyarakat dalam melakukan aktivitas dari berbagai kalangan dari masing – masing profesi di lingkungan masyarakat.

“Dengan begitu, masyarakat agar tetap mengikuti protocol kesehatan dalam pencegahan penyebaran covid-19 di daerah,” katanya.

Menyinggung soal hajat warga yang biasa hiburan musik dan sebagainya, Zul mengatakan, dirinya sangat sepakat terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tersebut.

“Namun dalam teknis pelaksanaannya itu, tentu harus menguikuti anjuran pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19,” katanya.

Cari Moge di Bawah Harga Rp 100 Juta? Simak Daftar Harga Moge Bekas Berikut

Daftar Harga Sepeda Lipat 2020, Mulai dari Rp 1 Jutaan, Sepeda Lipat Polygon, Pasific Hingga United

Raffi Ahmad Beli Mobil Pakai Uang Tabungan Rafathar, Nagita Slavina Marah Bawa Koper Keluar Rumah

Sebab, lanjut dia, perlu diketahui bahwa bahaya virus corona hingga saat ini belum ada obat paten dalam penanggulangannya. “Melainkan dengan pencegahannya itu bisa menjadi obat. Seperti jaga jarak, sering cuci tangan dan selalu menggunakan masker,” kata dia.

Zul berharap kepada event organizer (EO) selalu mengedapankan dan mengikuti anjuran pemerintah dalam pencegahan dan penyebaran bahaya nonalam seperti saat ini.

“Misal untuk tata ruang saat resepsi itu mengatur jaga jarak tempat duduk,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved