Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Yurianto: Warga Kurang Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Kedisiplinan, kesadaran dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar kenaikan kasus

Kompas TV/Imron-Chandra
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).(Kompas TV/Imron-Chandra) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Juru bicara penanganan COVID19 Achmad Yurianto mengungkapkan masih ada beberapa daerah yang kenaikan kasusnya cukup tinggi.

Untuk menangani persoalan tersebut, pihaknya mengaku telah bertemu dengan Dinas Kesehatan baik ditingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk melakukan komunikasi lebih lanjut. Yuri pun meminta agar Dinas Kesehatan setempat bisa segera melakukan upaya-upaya penanganan yang cepat, tepat, dan cermat.

''Kami menyampaikan kepada Dinas Kesehatan bahwa ini harus dilakukan intervensi yang lebih cepat lagi, bukan hanya terkait dengan banyaknya kasus tetapi juga terkait tingginya jumlah kasus per 100.000 orang, yang kemudian bisa direpresentasikan sebagai tingkat risiko ancaman tertular, di beberapa daerah masih cukup tinggi,'' kata Yuri dikutip Tribun dari siaran pers  Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Senin (29/6/2020).

Yuri menilai, masih tingginya kasus positif di beberapa daerah tersebut disebabkan oleh kurang disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Penyebab lainnya kata Yuri, minimnya kesadaran individu yang terpajan COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri, sehingga upaya pencegahan tidak berjalan dengan baik.

''Ini terjadi karena sumber penularan masih ada ditengah masyarakat yaitu beberapa orang yang sakit terinfeksi COVID-19 dan berpotensi menular tetapi tidak melakukan isolasi dengan baik, tidak melakukan upaya menjaga orang lain dengan memakai masker dan banyaknya masyarakat yang tidak melindungi dirinya sendiri dengan jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun,'' katanya.

Untuk itu pihaknya menekankan, protokol kesehatan harus menjadi kebiasaan baru menuju tatanan masyarakat produktif namun tetap aman dari pajanan COVID-19. Kedisiplinan, kesadaran dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar kenaikan kasus tidak semakin tinggi.

Puput Nastiti Devi Menggoda Ahok BTP yang Ulang Tahun, Tak Malu & Berani Ucap Kata-kata Seperti Ini

Ramalan Zodiak Cinta Selasa 30 Juni 2020, Cancer Hati-hati dengan Ucapan, Sagitarius Punya Ide

Paedofil Sukabumi Ditangkap Reskrim Kalapanunggal, Mengaku Sodomi dan Cabuli Empat Orang Anak

''Langkah ini bukan langkah yang sulit tetapi dibutuhkan niat dan komitmen yang kuat karena ini harus dilakukan terus menerus dan tidak terputus serta harus menjadi sebuah kebiasaan baru, kami yakin kita bisa melakukan ini,'' katanya.

Pemerintah hingga akhir pekan lalu masih melakukan pemantauan kepada OPD sebanyak 40.541 orang, pengawasan pada PDP sebanyak 13.522 orang serta terus melakukan pemeriksaan secara masif, contact tracing secara agresif untuk segera menemukan kasus positif di tengah masyarakat untuk diisolasi secara ketat guna memutus rantai penularan. (siti fatimah)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved