Virus Corona Mewabah

Kabar DKI Jakarta Jadi Zona Merah Lagi, dan Bogor Zona Hitam 100 Persen Hoaks kata Dinas Kesehatan

Dalam pesan berantai tersebut, diinfokan bahwa penyebaran Covid-19, "DKI kembali zona merah, Bogor zona hitam"

Istimewa
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

TRIBUNCIREBON.COM - Sebuah pesan berantai beredar di media sosial. Dalam pesan berantai tersebut, diinfokan bahwa penyebaran Covid-19, "DKI kembali zona merah, Bogor zona hitam".

//

Dilansir dari Wartakotalive.com, menanggapi kabar itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Ratno menegaskan bahwa pesan berantai atau broadcast yang saat ini beredar pada unggahan di media sosial yakni menyebut penyebaran Covid-19, "DKI kembali zona merah, Bogor zona hitam", adalah informasi hoaks.

 Cegah Penularan Corona, Narapidana dan Petugas Lapas Sumedang Menjalani Swab Test

"Informasi itu tidak benar alias hoaks," kata Sri Nowo Retno ketika dikonfirmasi di Kota Bogor, Jumat (25/6/2020) malam.

Retno, panggilan Sri Nowo Retno, mengatakan, Kota Bogor masuk wilayah administratif Jawa Barat dan penilaian level kewaspadaan terhadap Covid-19 dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jawa Barat.

Dari hasil penilaian GTPP Covid-19 Jawa Barat terkini, posisi Kota Bogor berada di zona kuning.

Menurut Retno, penetapan level kewaspadaan di Jawa Barat diatur dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proporsional sesuai level kewaspadaan daerah kabupaten/kota sebagai persiapan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19.

 Warga Perum Alam Asri Kuningan Geruduk Kantor PAM Akibat Pasokan Air Tak Lancar

Dalam penentuan level kewaspadaan, kata Retno, ada sembilan indikator yang dipakai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni laju ODP, PDP, pasien positif, kesembuhan, kematian, reproduksi instan, transmisi/kontak indeks, pergerakan orang, dan risiko geografi atau perbatasan dengan wilayah transmisi lokal.

"Sembilan indikator ini berdasarkan kajian dan rekomendasi pakar epidemiologi," katanya.

Dari sembilan indikator tersebut, dikelompokkan dalam lima level kewaspadaan kabupaten/kota.

Menurut Retno, kelima level kewaspadaan ini akan melahirkan perlakuan atau protokol berbeda- beda pada setiap kabupaten/kota.

Berdasarkan penilaian oleh GTPP Covid-19 Jawa Barat untuk periode V (28 Mei – 10 Juni 2020) Kota Bogor termasuk pada level kuning yakni cukup berat.

 Sekelompok Orang Serang Rumah Warga di Bandung, Saksi Sebut Para Pelaku Mengaku Polisi, Bawa Samurai

Data kasus positif Covid-19 di Kota Bogor, hingga Jumat, 25 Juni 2020, ada 174 kasus positif.

Menurut Retno, dari analisis pelacakan kasus, penyebaran virus masih terkendali pada kelompok/klaster tertentu, tidak terjadi transmisi lokal dalam masyarakat yang menyebar secara cepat.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved