Breaking News:

Gugus Tugas Covid-19 Kuningan Akan Tutup Objek Wisata Out Door yang Tak Terapkan Protokol Kesehatan

Mereka cukup taat terhadap kebijakan pemerintah dalam komitmennya melakukan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai/ Tribuncirebon.com
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kuningan, Lakukan Kunjungan Kke Sejumlah Objek Wisata di Kuningan 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sejumlah anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kuningan berkomitmen terhadap pencegahan penyebaran bahaya virus corona di daerah.
Hal itu dibuktikan dengan senantiasa melakukan patroli ke setiap titik objek wisata di Kuningan.
“Untuk jalur patroli wisata, kebetulan seharian tadi. Kita fokus jalur wisata yang berada di Palutungan terletak di Desa Cisantana,” ungkap Dede Petugas Dishub Kuningan, yang kebetulan masuk dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kuningan, Minggu (28/6/20202).
Tindakan pengawasan langsung di lapangan, kata Dede, itu melibatkan dari Petugas Kepolisian, Kodim 0615/Kuningan, Pol PP, Dinas Perhubungan dan petugas dari Dinas Pariwisata juga.
“Tadi kita lakukan pengecekan ke Objek Wisata Taman Sukageuri, Buper Ipukan, Rumah Makan Cai Pinus dan persis waktu Magrib, kita berada di Objek wisata J n J yang berada di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus,” ungkapnya.
Menurutnya manajemen objek wisata ikut mendukung terhadap pencegahan dan penyebaran covid-19.
Mereka cukup taat terhadap kebijakan pemerintah dalam komitmennya melakukan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19.
“Setiap objek wisata, kami lihat cukup ketat terhadap pengunjung datang, terutama dalam melakukan pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer dan melakukan jaga jarak serta ada manajemen menyiapkan masker, meski harus di beli dengan harga 3-5 ribu untuk per setnya,” ungkap Dede lagi.
Sementara itu, Dandim 0615/Kuningan Czi Letkol Karter Joyi Lumi mengatakan, untuk semua pengusaha atau pengelola objek wisata out door di Kuningan.
“Memang telah melakukan pernyataan sikap, dalam usahanya itu akan mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan pencegahan penyebaran covid-19,” ujarnya.
Karter mengatakan, jika dalam objek wisata atau manajamen itu sendiri melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan covid-19.
“Tentu akan mendapat sanksi yang telah di siapkan. Apalagi, ketika salah satu objek wisata itu ditemukan dugaan pengunjung positif, itu tidak ada ampun dan kami akan melakukan penutupan sesuai ketentuan berlaku,” katanya.
 
 
 
 
 
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved