Mulai Hari Ini PPDB Gelombang II Dibuka, Kepala SMAN 3 Kuningan Beberkan PPDB Online dan KBM Gratis
apabila ada siswa dan pihak sekolahnya tidak bisa mendaftarkan melalui online, bisa meminta bantuan kepada panitia PPDB di SMA
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Kemudian untuk yang tidak diterima dalam PPDB gelombang pertama, ini diberi kesempatan untuk mengikuti dijalur zonasi selama alamat rumahnya ada di zona A.
“Di mana aturan zonasi untuk SMAN 3 Kuningan ini termasuk zona A yang meliputi kecamatan Kuningan, Kramatmulya, Sindangagung, Cigugur, Kadugede, Nusaherang, Darma, Selajambe, Subang dan Cilebak yang domisili di situ bisa daftare ke SMAN 3 Kuningan di zona A,” katanya.
Syarat lain, kata dia, untuk perangking nanti dilihat dari jarak antara sekolah dengan rumah yaitu berdasarkan kepada Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan domisili yang sudah berlaku satu tahun yang lalu.
“Karena untuk sekarang PPDB Disdik Provinsi Jabar sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil, untuk mengetahui hal itu bisa tinggal memasukkan nomor KK, secara otomatis tempat tinggal sudah tertulis zonanya atau GPS nya sudah jelas,” katanya.
Pendaftaran gelombang kedua, kata dia, ini dilaksanakan mulai sekarang yakni tanggal 25 Juni sampai 1 Juli jalur zonasi SMAN 3 Kuningan akan menerima 50% dari daya tampung.
“Jumlahnya sekitar 154 siswa dan untuk jumlah rombel (Kelas,red) ada 9, masing – masing rombelnya maksimalnya 36 siswa. Normalnya 324 siswa karena 36 siswa kali 9 kelas, kemudian kalau lebih dari 36 per rombelunya itu tidak akan diterima dan tidak tertera oleh Dapodik,” katanya.
Ketentuan kuota siswa, kata Edi, untuk sekolah standar Nasional ini sebanyak 32 sampai 36 siswa.
“Jadi kalau lebih dari 36 calon peserta didik, nanti dalam dapodik merah. Sehingga kemampuan kami SMAN 3 ini tidak punya lokal dari jumlah pendaftar selalu dua kali lipat,” katanya.
Oleh karenanya, lanjut Edi, hal ini bisa tersalurkan pada sekolah yang dipilih siswa sebagai pilihan kedua, ketika masuk sebagai calon peserta didik di sekolah ini.
“Makannya bagi kami selalu menyarankan untuk daftar ke SMA 3 pilihan satu, tolong di isi pilihan dua nya. Supaya nanti tidak diterima bisa berarti anda masuk kepada pilihan kedua, kalau tidak menuliskan pilihan dua nantinya report yang tidak terangking di mana-mana,” ujarnya.
Sedangkan pemerintah, kata Edi, sekarang melaksanakan program wajib belajar 12 tahun.
“Jadi kami pun bisa memfasilitasi, menginformasikan minimal kepada orangtua atau siswa dalam pilihan kedua jangan sampai dikosongkan karena itu kesempatan nya,” katanya.
Gelombang pertama di SMA 3 kuotanya, sekarang yang diterima setengahnya dari keseluruhan 50% jalur pertama, 50% jalur kedua.
“Jadi kalau misalnya kuota 324 di bagi dua 162 siswa yang hari ini masuk. Tadi sudah di cek ke panitia sudah hampir seluruhnya. Tinggal satu orang lagi dari luar kabupaten,” katanya.
Mengapa luar kabupaten bisa daftar, Edi menjelaskan, bahwa menerima pendaftar dari luar kabupaten.