Breaking News:

DPD Nasdem Minta Pengurus DPC dan DPRt Evaluasi Kinerja Partai

Dan setelah terbentuk segera melakukan pembuatan e-KTA kepada masyarakat yang ingin masuk Nasdem.

Eki Yulianto/ Tribuncirebon.com
Suasana rapat evaluasi Partai Nasdem Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem, Kabupaten Majalengka meminta pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) untuk mengevaluasi kinerja partai.

Hal itu guna mengupayakan peningkatan kinerja pengurus yang lebih baik.

Ketua DPD Partai Nasdem, Wawan Darmawan melalui Sekretaris DPD Majalengka, Dasim Raden Pamungkas mengatakan setelah digelar rapat evaluasi pada kemarin hari, pihaknya meminta para DPC dan DPRt dapat mengevaluasi kinerjanya.

Obrolan Santai 4 Partai Tentang Calon Pemimpin Kabupaten Majalengka

Mulai Hari Ini Pelanggan Bisa Kirim Foto Meteran Listrik via WA PLN, Simak Cara Laporannya

Terutama tingkat kecamatan dan pengurus tingkat ranting.

"Sehingga pengurus DPC pengurus DPRt terstruktur. Dimana pengurus DPC itu minimal ada 7 orang, pengurus DPRt minimal 3 orang. Ketua, Bendahara Sekertaris," ujar Dasim kepada Tribuncirebon.com, Rabu (24/6/2020).

Ia juga meminta, kepengurusan struktural segera dibentuk.

Dan setelah terbentuk segera melakukan pembuatan e-KTA kepada masyarakat yang ingin masuk Nasdem.

"Sehingga mesin partai berjalan. Ya kita hitung-hitung memanaskan mesin partai. Dimana pengurus DPC dan DPRt ini segera melakukan pembenahan di tingkat kecamatan dan desa," ucapnya.

Di kursi keanggotaan DPRD Majalengka periode 2019-2024 sendiri, ada tiga politisi yang berasal dari Partai Nasdem, ia adalah Hedi Herdyana, Ade Kartika dan Dasim Raden Pamungkas.

Obrolan Calon Pemimpin Majalengka
Sebelumnya empat perwakilan partai yang terdiri dari Partai Nasdem, PPP, Golkar dan PKB menggelar diskusi tentang sosok calon pemimpin di Kabupaten Majalengka.
Dari hasil diskusi itu, ada dua nama calon pemimpin Kabupaten Majalengka yang mencuat ke permukaan.
Dasim Raden Pamungkas, Sekretaris DPD Nasdem Majalengka menjelaskan, seusai melaksanakan diskusi tersebut mengatakan ada dua nama sosok yang dinilai tepat menjadi penerus kepemimpinan bupati saat ini.
Ialah, Eman Suherman yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka dan Pepep Saeful Hidayat yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
"Keduanya memiliki pengalaman karir yang bagus. H Eman secara birokrasi sudah berpengalaman dan H Pepep secara karir politik juga sangat bagus," ujar Dasim kepada Tribuncirebon.com, Rabu (24/6/2020).
Bahkan, menurutnya secara pengalaman dibirokrasi, Eman pernah menepati beberapa pos penting.
Seperti, Camat, Kabag Kesra, Kepala Dinas Sosual, Kepala Dinas DPMD, Kepala Dinas PUTR dan saat ini menjadi Sekda.
"Ditambah lagi dengan lulusan UGM bidang Manajemen dirinya mampu dan bisa melaksanakan kinerjanya dengan baik. Untuk itu ini calon potensial untuk memimpin Majalengka ke depan dan karirnya sekarang di puncak birokrasi yaitu sebagai Sekda. Jadi dari runtutan karir itulah yang menjadi dasar saya memahami bahwa, H Eman menjadi calon pemimpin yang akan datang," ucapnya.
Sedangkan, masih disampaikan Dasim, untuk Pepep Saeful Hidayat adalah sosok yang berhasil menjadi anggota DPRD Kabupaten Majalengka sebanyak tiga kali dari daerah pemilihan (Dapil yang berbeda.
Seperti, dapil Cikijing, Lemahsugih, Cingambul Bantarujeg dan Malausma.
Ini membuktikan bahwa dirinya mampu berkomunikasi dan bersosialisasi pada dapil yang berbeda.
"Setelah tiga kali menjadi anggota DPRD Majalengka dirinya mampu menjadi dua kali Anggota DPRD Provinsi. Sehingga dengan karir politiknya saya mengansumsikan saya punya pemikiran Pak Pepep ini adalah calon potensial untuk menjadi pemimpin Kabupaten Majalengka di periode yang akan datang. Untuk itu dua figur ini menurut hemat saya satu figur secara birokrasi satu figur karirnya secara politik jadi ada kelebihan-kelebihan yang perlu kita garis bawahi dari kedua tokoh ini," jelas dia.
Sementara, Ketua DPD PKB, Hamdi menambahkan bahwa saat ini PKB telah memiliki kader-kader yang potensial untuk dimunculkan sebagai calon pemimpin daerah.
Kader-kadernya juga telah terbukti dan pernah mengikuti kontestasi dalam perpolitikan serta kiprah yang dalam kemasyarakatan juga telah terbukti.
"Tapi disamping itu juga, PKB tidak menutup kemungkinan atau tidak menutup peluang incumbent," kata Hamdi.
Sedangkan, Asep Eka Mulyana selalu Ketua DPD Partai Golkar menjelaskan, bahwa diskusi tersebut adalah diskusi ringan.
Artinya, pembicaraannya juga bersifat suksesi ke depan, tetapi tidak dalam konteks pasangan.
"Apalagi diskusi seperti ini ada kemungkinan mengikuti RUU yang saat ini sedang dibahas Sekarang. Sehingga ada kemungkinan terjadi pilkada lokal di 2022," tutur Asep.
oleh karena itu, wajar kalau searang sudah mulai ramai.
Sedangkan, jelas dia, kalau Golkar lebih cair terhadap siapa saja yang akan maju kedepan.
Sebab, Golkar menyadari hanya memiliki 6 kursi yang dinilai masih kurang.
"Tentu harus bergabung dengan partai yang lain. Tapi memang ke depan salah satunya bagi Golkar ada figur pemimpin yang benar-benar bisa menguasai di lini birokrasi maupun politik. Sampai waktunya tiba nanti, Golkar akan mengawal kebijakan pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh rakyat Majalengka," ujarnya.
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved