Breaking News:

Dua Sungai Besar Meluap, 500 KK di 4 Kampung di Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya Terisolasi

Amas memperkirakan hingga sore air masih belum akan surut, karena debit air dari hulu masih tinggi

Editor: Machmud Mubarok
(tribunjabar/firman suryaman)
Jalan utama beraspal hotmix menuju empat kampung di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, masih terendam, Jumat (19/6) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Sekitar 500 KK warga empat kampung di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Jumat (19/6) siang masih terisolasi karena jalan menuju keempat kampung tersebut masih terendam.

Panjang jalan desa beraspal hotmix yang terendam banjir mencapai 300 meter dengan ketinggian satu meter, sehingga tak satu pun kendaraan yang bisa melintas.

"Banjir kali ini airnya cukup tinggi, sehingga kendaraan ranger pun tidak bisa masuk. Termasuk truk BPBD yang biasanya jadi sarana transportasi, kali ini tidak bisa melintas," kata Kepala Desa Tanjungsari, Amas, di lokasi.

Banjir yang melanda empat kampung itu akibat meluapnya Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy yang mengapit keempat kampung tersebut. Yakni Kampung Bojongsoban, Hegarsari, Mekarsari dan Cinunjang.

Amas memperkirakan hingga sore air masih belum akan surut, karena debit air dari hulu masih tinggi. "Mudah-mudahan mulai surut. Yang kami khawatirkan hujan kembali turun dan akan makin menaikkan ketinggian banjir," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang turun sejak Kamis (18/6) malam, membuat Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy meluap. Akibatnya empat kampung yang diapit kedua sungai itu terendam.

Banjir yang melanda keempat kampung tersebut merupakan banjir rutin setiap kali hujan deras turun. Biasanya banjir hanya merendam tiga kampung Yakni Kampung Bojongsoban, Hegarsari dan Mekarsari.

"Tapi kali ini Kampung Cinunjang pun ikut terendam karena ketinggian banjir terus naik," kata Amas.

Ini Daftar Kota/Kabupaten yang Berada di Zona Hijau dan Boleh Membuka Kembali Sekolah

Sejumlah Orang Ini Tak Boleh Konsumsi Dexamethasone, Obat Diklaim Efektif Sembuhkan Pasien Corona

Pengumuman Jadwal Masuk Sekolah dari Kemendikbud, SMA SMK SMP Lebih Dulu, Lalu SD, Terakhir PAUD TK

Longsor di Karangnunggal

Bencana juga terjadi di  Jalan provinsi Tasikmalaya-Karangtunggal yang terputus menyusul longsor yang menimpa jalan beraspal hotmix itu di Parungkadongdong, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (19/6).

Panjang longsoran mencapai 60 meter dengan lebar sekitar 20 meter. Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas, sehingga tidak sampai menimbulkan korban.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedin, mengatakan, longsor terjadi akibat hujan deras yang terjadi sejak Kamis (18/6) sore hingga malam hari.

"Sebuah tebing setinggi 75 meter di Parungkadongdong longsor dan langsung menutup jalan provinsi. Saat ini masih diupayakan penyingkiran material longsoran setebal dua meter," ujar Nuraedin.

Di dalam material terdapat akar kayu yang cukup besar dan harus disingkirkan dengan alat berat. Warga bersama aparat berupaya menyingkirkan material sambil menunggu alat berat tiba.

"Untuk sementara arus kendaraan dari kedua arah tertahan. Kendaraan dari arah Karangnunggal menunggu di Cibalong. Sedangkan dari arah Tasik berhenti di Sukaraja," kata Nuraedin.

Kendaraan yang terjebak di lokasi, ada yang kembali putar arah, tapi ada pula yang menunggu jalan pulih kembali. "Sementara jalur alternatif tidak banyak dipilih selain jauh juga kondisi jalan yang rusak," ujar Nuraedin.

Dia menargetkan Jumat sore jalan provinsi tersebut sudah bisa dilalui kembali, karena sangt vital bagi mobilitas warga. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved