Breaking News:

Virus Corona Cirebon

Dinkes Cirebon Akui Masih Kekurangan Alat Rapid Test untuk Santri yang Kembali ke Sejumlah Pesantren

Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Cirebon ada 85 ribu santri yang belajar di 913 pesantren se-Kabupaten Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAIHAQI
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengakui masih kekurangan alat rapid test untuk para santri dari luar daerah yang kembali ke sejumlah pesantren di Kabupaten Cirebon.
Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Cirebon ada 85 ribu santri yang belajar di 913 pesantren se-Kabupaten Cirebon.
Mereka diperkirakan kembali ke Kabupaten Cirebon dalam waktu dekat seiring dibukanya kegiatan belajar di pesantren.
"Kami hanya bisa menganggarkan 15 ribu alat rapid test, kekurangannya banyak," kata Enny Suhaeni saat ditemui di Stadion Watubelah, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (19/6/2020).
Ia mengatakan, kekurangan alat rapid test yang akan digunakan untuk memeriksa santri dari luar daerah itu mencapai 60 ribuan.
Pihaknya pun menyampaikan hal tersebut kepada Sekretaris Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian Massal, dan Manajemen Laboratorium (PPM) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Mayor Inf Robil Syaifullah, yang tengah meninjau pelaksanaan swab test massal di Stadion Watubelah.
Enny berharap, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat dapat membantu pengadaan alat rapid test tersebut.
"Pemkab Cirebon telah memutuskan untuk memfasilitasi para santri dari luar daerah yang kembali ke pesantren di Kabupaten Cirebon akan menjalani rapid test," ujar Enny Suhaeni.
Sementara para santri asal Kabupaten Cirebon yang akan kembali ke pesantren di luar daerah akan difasilitasi menjalani swab test.
Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon.
"Sudah disampaikan ke Pak Robil, mudah-mudahan bisa dibantu untuk memenuhi kekurangan alat rapid test itu," kata Enny Suhaeni.
Swab Test Massal di Dua Pasar Tradisional
Pemkab Cirebon menargetkan untuk melaksanakan swab test massal di dua pasar tradisional.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, dua pasar itu di antaranya, Pasar Batik Trusmi dan Pasar Jamblang.
Menurut dia, kegiatan itu merupakan rangkaian swab test massal yang dilaksanakan di pasar tradisional dan pusat keramaian warga.
"Target kami pekan depan bisa dilaksanakan lagi swab test massal di pasar tradisional," kata Enny Suhaeni saat ditemui di Stadion Watubelah, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (19/6/2020).
Pasalnya, saat ini jajarannya tengah fokus melaksanakan swab test terhadap para santri dan tenaga kesehatan (nakes).
Karenanya, swab test massal di Pasar Batik Trusmi dan Pasar Jamblang paling cepat dilaksanakan pekan depan.
Ia mengatakan, swab test massal itu merupakan upaya Pemkab Cirebon dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Menurut Enny, melalui pemeriksaan massal itu bisa diketahui siapa saja yang terpapar virus corona.
"Kondisi tersebut mempermudah untuk melakukan penanganan lebih lanjut agar tidak meluas," ujar Enny Suhaeni.
Sebelumnya Pemkab Cirebon gencar melaksanakan swab test massal di pasar tradisional dan pusat keramaian warga di Kabupaten Cirebon.
Hingga kini sedikitnya 3150 warga Kabupaten Cirebon telah menjalani swab test massal.
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved