Breaking News:

Epidemolog Unpad Sebut Aktivitas Pesantren saat Pandemi, Risiko Penularannya Tinggi, Ini Alasannya

Pemprov Jabar memberlakukan kebijakan Pesantren bisa memulai aktifitas belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Para santri saat jalani pengecekan kesehatan di Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin di Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (16/6/2020). 

Meski begitu, di sisi lain, ada sisi untung dan rugi saat pesantren boleh dibuka lagi.

Sisi negatifnya, potensi penularan tinggi sehingga bisa menimbulkan kluster baru.

Sisi positifnya, aktifitas pesantren jadi populasi tertutup sehingga memang bisa meminimalisir penularan.

"Ada untung ruginya. Ruginya penularan cepat. Untungnya pesantren itu aktivitas tertutup, jika di dalam tidak ada kasus, bisa terjaga selama tidak ada orang tertular masuk pesantren," katanya.

BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Kamis 18 Juni 2020: Jabar Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Maka dari itu, sebelum aktivitas pesantren dibuka, dari awal harus dipastikan tidak ada yang tertular. Misalkan menggelar rapid tes atau melakukan karantina sebulan penuh untuk pesantren.

"Jika selama 1 bulan karantina pesantren tidak ada kasus, bisa berlanjut," ucap dia.

Jawaban Ridwan Kamil soal pesantren kembali dibuka

Pesantren jadi lembaga pendidikan pertama yang akan dibolehkan untuk kembali beroperasi saat pandemi Covid 19.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengeluarkan Kepgub Nomor 443/Kep-326-Hukam/2020 tentang Perubahan Kepgub Nomor 443/Kep-321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan Untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di Lingkungan Pesantren.

Untuk membuka kembali aktivitas kegiatan belajar mengajar,pengurus pesantren diwajibkan untuk memenuhi semua syarat yang diatur dalam pergub tersebut.

Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kuningan Siapkan Polisi Wisata Untuk Awasi Objek Wisata

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved