Breaking News:

Epidemolog Unpad Sebut Aktivitas Pesantren saat Pandemi, Risiko Penularannya Tinggi, Ini Alasannya

Pemprov Jabar memberlakukan kebijakan Pesantren bisa memulai aktifitas belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Para santri saat jalani pengecekan kesehatan di Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin di Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (16/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Pemprov Jabar memberlakukan kebijakan pesantren bisa memulai aktifitas belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Padahal, sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saja, belum membolehkan aktifitas belajar dan mengajar.

Gubernur mengeluarkan Kepgub Nomor 443/Kep-326-Hukam/2020 tentang Perubahan Kepgub Nomor 443/Kep-321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan Untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di Lingkungan Pesantren.

Unik, Red Pentil Bengkel di Kuningan, Terima Jasa Perbaikan Kendaraan Perang Dunia II

Syarat Pesantren boleh kembali menjalankan aktifitas belajar dan mengajar, harus melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana diatur di kepgub tersebut.

Secara epidemologi, dr Panji Fortuna Hadisoemarto,‎ epidemolog Fakultas Kedokteran Unpad, menilai, kebijakan itu berisiko.

"Secara epidemologi berisiko, lebih beresiko dibanding sekolah umum. Aktivitas di pesantren itu lebih lama, ada crowding atau kepadatan untuk waktu yang lama dan terus menerus."

"Kalau sekolah umum kan paling lama 8-10 jam. Di lain pihak, saat ada penularan Covid 19 di pesantren, bisa lebih cepat. Itu bahaya," ujar Panji‎ saat dihubungi via ponselnya, Rabu (17/6/2020).

‎Menurutnya, ada tiga hal penting dalam penularan Covid 19. Pertama, ada di interaksi di ruang tertutup, kontak erat dan ada kepadatan.

Zodiak Cinta Besok, Kamis 18 Juni 2020: Capricorn Maafkan Pasangan, Aquarius Kendalikan Gairahmu

"‎Nah tiga hal itu ada di aktivitas pesantren. Risiko penularannya tinggi. Jadi, secara keilmuan, lebih baik jangan dibuka dulu, baik pesantren maupun sekolah umum. Tunggu sampai benar-benar sudah aman," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved