Breaking News:

Video

VIDEO - Aliran Sungai Cihonje Jadi Wisata Air Dadakan, Bisa River Tubing Padahal Dulunya Tempat Cuci

tempat tersebut mulai ramai dikunjungi warga pascaperayaan Idulfitri 1441 Hijriah, kemudian warga sekitar membukanya setiap hari untuk umum,

Editor: Machmud Mubarok

"Mulai dari situ baru ramai, tapi paling ramai pada hari Sabtu dan hari Minggu. Pengunjungnya sampai ratusan, itu dari pagi sampai sore ada terus yang datang," ucap Burhanudin.

Pesawat Tempur Indonesia Dikabarkan Jatuh di Kubang Raya Pekanbaru, Terdengar Ledakan Keras

Viral Video Detik-detik Jatuhnya Pesawat Tempur BAE Hawk-209, Pilot Selamat Pakai Kursi Pelontar

Dedi Mulyadi Pungut Sampah di Tengah Jalan, Pujian pun Datang dari Netizen

Cihonje Water Park hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Sumedang, bahkan untuk berkunjung ke tempat tersebut warga tidak dikenakan tiket masuk, sehingga hal ini membuat tempat tersebut menjadi tempat favorit warga untuk berwisata air.

"Pengunjung hanya dikenakan tiket untuk parkir kendaraan, yang dikelola Karang Taruna," katanya.

Burhanudin mengatakan, adanya Cihonje Water Park bisa meningkatkan perekonomkan warga karena dimanfaatkan untuk membuka penyewaan ban dan juga tenda.

Untuk menyewa ban, kata dia, pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 10.000 per jam, sementara tenda disewakan Rp 20.000 dengan waktu yang tidak dibatasi.

"Sudah ada koordinasi dengan pihak desa, tapi sampai saat ini tidak ada pemasukan ke desa. Pemasukan dari tiket itu masuk ke Karang Taruna, dan sebagian untuk kompensasi pemilik sawah yang lahannya terganggu," ujar Burhanudin.

Salah seorang pengunjung asal Kebon Kol, Reni Irawati (21), mengatakan, dirinya mengunjungi tempat tersebut karena merasa penasaran setelah akhir-akhir ini lokasinya viral di sosial media.

"Lihat foto teman saya di sosmed, lokasinya bagus. Ternyata pas datang kesini emang benar enak. Tinggal ditata saja biar lebih bagus," kata dia.

Menurutnya, lokasi tersebut seharusnya perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat karena lokasinya masih asri dan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi obyek wisata yang cukup terkenal.

"Kalau ditata ulang sebaik mungkin, bisa saja jadi terkenal oleh masyarakat luas dari luar daerah Sumedang," ucap Reni. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved