Breaking News:

Adaptasi Kebiasaan Baru

Wisatawan Asal Luar Jabar Tak Boleh Masuk Saat AKB, Jika Melanggar Destinasi Wisata Akan Ditutup

Ridwan Kamil meminta para pengelola destinasi wisata dan wisatawan untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19

ISTIMEWA Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta para pengelola destinasi wisata dan wisatawan untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di masa Adaptasi Kebiasaan baru (AKB).

Jika melanggar, pemerintah akan memberikan sanksi , di antaranya berupa penutupan destinasi wisata tersebut.

Hal itu disampaikannya seusai melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-18 di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (14/6).

Cara Unik Pemdes Amis Indramayu Cegah Polemik Penyaluran BLT, Foto Penerima Dipajang di Baliho Besar

Gubernur yang akrab disapa Emil ini meninjau Pasar Panorama Lembang, The Lodge, rumah makan Asep Stroberi, dan Farm House Susu Lembang.

Emil mengatakan bahwa kunjungannya ke Lembang ini merupakan lanjutan dari penerapan AKB di sektor pariwisata wilayah yang sudah masuk zona biru.

Sebelumnya, hal ini dilakukan Pemprov Jabar di Kabupaten Pangandaran yang juga sudah masuk zona biru atau sebagai zona potensi penyebaran Covid-19 yang rendah.

Padahal Indramayu Masih Zona Kuning Corona, Wisatawan Nekat Berlibur ke Pantai Karena Jenuh

Wabup Kuningan Tebar 200 Kg Ikan Air Tawar di Situ Citamba Cigugur

“Saya amati hampri 100 persen pakai masker. Saya titip bupati terus mengingatkan protokol kesehatan karena pasti ada satu dua orang yang tidak disiplin. Musalanya diatur jaga jarak. Pedagang saya imbau pakai sarung tangan karena masih terima uang fisik. Pengunjung bisa diatur agar tidak terlalu padat," katanya.

Di masa AKB ini, kapasitas pengunjung dibatasi sampai 30 persen dulu di tahap awal kemudian dibuka 50 persen dalam sekali waktu setelah evaluasi.

Kemudian setiap pengelola wisata harus berinovasi melakukan sistem pembayaran online untuk membatasi uang fisik.

Ngaku Salah Masuk Kamar, Pria Ini Perkosa Anak Kandung, Dilakukan Hingga 5 Kali, Korban Kini Hamil

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved