Breaking News:

Lampu Kuning dari Ridwan Kamil untuk Wali Kota dan Bupati di Jabar, Waspadai Peningkatan Covid-19

sebanyak 627 kendaraan mobile test Covid-19 sudah beredar di Jawa Barat untuk melacak dan melalukan pemeriksaan di sejumlah tempat keramaian

ISTIMEWA Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bersilaturahmi dengan Pemimpin Redaksi Media Massa wilayah Jabar via video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (10/6/20) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta bupati dan wali kota di Jawa Barat untuk berhati-hati dalam menghadapi potensi peningkatan kasus Covid-19 di masing-masing daerahnya. Gubernur yang akrab disapa Emil ini pun memberi tanda lampu kuning untuk bupati dan walikota di Jabar.

Emil mengatakan pihaknya mendapati ada pergerakan-pergerakan yang harus diwaspadai. Dari sisi statistik, arus lalu lintas dan pergerakan manusia kembali meningkat setelah PSBB total. Kemudian, terjadi temuan-temuan Covid-19 di tempat-tempat yang sebelumnya kurang diwaspadai.

"Kami juga melaporkan angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat dinamis. Sempat di angka 0,68, kemudian di 0,72, sekarang naik ke 0,82. Jadi walau masih dalam rentang kendali dibawah 1, saya sampaikan ini sudah lampu kuning. Lampu kuning kepada walikota dan bupati di Jawa Barat untuk tidak melonggarkan pengawasan," katanya di Gedung Pakuan, Jumat (12/6).

Untuk mengatasinya, sebanyak 627 kendaraan mobile test Covid-19 sudah beredar di Jawa Barat untuk melacak dan melalukan pemeriksaan di sejumlah tempat keramaian, untuk tahap pertama diprioritaskan dilakukan di 700 pasar tradisional di Jabar.

"Ada dinamika seperti di Cileungsi dan di berbagai pasar, tapi saya sudah titip kepada Kepolisian dan TNI untuk mengawal mobil-mobil pengetesan ini sehingga tidak ada penolakan di masyarakat karena kurang sosialisasi. Pasar-pasar inilah yang totalnya 700 pasar yang akan kita lakukan pengetesan sehingga diharapkan tidak ada pedagang pasar yang terkena dan mengakibatkan kerugian berupa penutupan pasar," ujarnya.

Rata-rata jumlah pasien positif di Jabar pun, katanya, bisa dimonitor dalam rentang per dua mingguan. Pada pertengahan Mei sampai akhir Mei, katanya, penambahan kasusnya rata-rata 42 pasien per hari dan sekarang dari awal Juni sampai periode 10 Juni sudah turun di rata-rata 25 pasien per hari.

"Sempat bertambah 9 pasien, 12 pasien, 20, 50, tapi kalau di skala Jawa Barat dengan penduduk yang 50 juta, masih kategori yang terkendali karena kasusnya kurang lebih di angka 25 kasus per hari," tuturnya.

Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, dan Kota Cimahi, Jadi Zona Biru, Garut Turun ke Zona Kuning

PSBB di Indramayu Kembali Diperpanjang Sampai 26 Juni 2020, Tapi Diterapkan Secara Proposional

100 Ribu UMKM Telah Bergabung dengan Platform Digital Selama 3 Bulan Masa Pandemi Covid-9

Dalam dua minggu terakhir ini, tutur Emil, pihaknya menyimpulkan virus Covid-19 di Jawa Barat masih beredar di perkotaan. Jadi penambahan kasus rata-rata terjadi di Bodebek dan Bandung Raya. Hal ini didasarkan pada kepadatan penduduk yang berbanding lurus dengan potensi penyebaran Covid-19.

"Sementara di luar Bodebek dan Bandung Raya, relatif sedikit. Contoh kasus di Garut itu lebih kepada pemudik yang datang, termasuk di Pangandaran juga. Tapi yang lokal infeksi yang banyak meningkat itu di Bodebek dan Bandung Raya," ujarnya.

Jumlah kasus Covid-19 di Jabar, katanya, cenderung terkendali di angka rata-rata 25 kasus per hari. Maka kalau dipresentasikan antara kasus harian di Jawa Barat terhadap populasi, Jabar berada di ranking 26 dari 34 provinsi di Jabar. Hal ini ditambah tingkat kesembuhan di Jabar yang sudah 5 kali lipat dibandingkan angka yang meninggal.

"Kemudian di Jawa Barat lebih banyak OTG atau orang tanpa gejalanya ketimbang yang dirawatnya. Jadi rumah sakit bebannya sudah turun ke 29 persen. Jadi para dokter dan tenaga kesehatan di Jawa Barat lebih leluasa dan saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya," tuturnya. (Sam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved