Kasihan, Belajar Online Bikin Merana Guru di Pelosok, Mau Absen Harus Cari Sinyal Sejauh 5 Km
Pandemi Covid-19 memaksa pembelajaran dilakukan secara online. Namun hal ini justru membuat merana nasib
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pandemi Covid-19 memaksa pembelajaran dilakukan secara online. Namun hal ini justru membuat merana nasib kepala sekolah dan guru-guru yang mengajar di Desa Sunia, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka.
Seperti yang dialami oleh Kepala SDN Sunia II Majalengka, Kusmaheri beserta guru-guru di SD tersebut karena tidak dapat mengakses internet.
Di tengah tekonologi yang semakin canggih, tempat tinggal dan sekolah mereka justru tak tersentuh jaringan internet.
Desa Sunia yang berada di kaki Gunung Ciremai ini tidak dapat dijangkau oleh sinyal atau jaringan internet.
Kusmaheri mengatakan, ia merasa kesulitan dalam menjalankan tugas yang sifatnya berbasis online.
• Bantah Settingan, Bunda Dorce Iseng Jadi Sopir Raffi Ahmad Tanpa Digaji dan Hanya Beberapa Hari
Pasalnya, ia tidak bisa memanfaatkan jaringan internet karena tak ada sinyal di daerahnya.
"Justru itu sangat sulit, sangat berpengaruh bahkan saya sekarang bersama guru-guru yang mengajar di sekolah yang saya pimpin, untuk laporan-laporan yang sifatnya online tidak bisa," ujar Kusmaheri saat ditemui di kegiatan jajaran Polsek Talaga, Jumat (12/6/2020).
Tak hanya itu, ia bersama guru lainnya pun harus menempuh jarak berkilo-kilo meter hanya untuk mengabsen via online.
Itu pun harus dilakukan setiap hari sebelum dan sesudah mengajar.
"Ini yang kami rasakan paling berat, harus menempuh jarak 5 km sampai 6 km untuk absen online, bayangkan," ujarnya.
Menurutnya, itu membuatnya kesulitan dan sangat mempengaruhi kesehariannya dalam memimpin sekolah yang memiliki 71 orang murid itu.
• Uang Patungan ASN Akhirnya Dibelikan Sembako dan Dibagikan kepada Warga Purwakarta
Ia pun berharap, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Majalengka dapat memberikan solusi.
"Harus mencari tempat-tempat yang ada sinyal, harus ke tempat yang ada sinyal yang jaraknya cukup jauh. Jaraknya sampai 5 hingga 6 kilometer. Bisa daerah yang lebih atas atau ke bawah, bergantung situasi yang lebih terdekat. Semoga pemerintah atau dinas terkait dapat memecahkan permasalahan ini," ujarnya.