Karantina Wilayah
1.000 Warga Desa Samida Jalani Tes Swab, Ada yang Menolak, Pemkab Garut Takkan Perpanjang Karantina
Tadi ada penolakan (untuk tes swab). Disangkanya kalau masih ada positif, akan ditambah karantina 14 hari
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Seribuan warga di Desa Samida, Kecamatan Selaawi menjalani tes swab massal hari ini. Sempat terjadi penolakan dari sebagian warga saat akan diperiksa.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyebut, penolakan terjadi lantaran warga menyangka karantina akan diperpanjang jika kembali ditemukan kasus positif. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi di Samida.
"Tadi ada penolakan (untuk tes swab). Disangkanya kalau masih ada positif, akan ditambah karantina 14 hari. Tapi tidak seperti itu, semua harus diperiksa," ujar Helmi usai meninjau pelaksaan tes swab massal di Samida, Kamis (11/6/2020).
Helmi memastikan tak akan memperpanjang masa karantina di Samida. Ia meminta semua warga untuk memeriksakan diri.
"Nanti kalau ada yang positif dibawa, yang negatif bisa di sini," katanya.
Karantina di Samida atau pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) sudah dilakukan sejak Jumat 29 Mei 2020. Karantina akan berakhir pada Sabtu pekan ini.
Menurut Helmi, ada 1000 warga yang dites swab. Hasilnya akan terlihat dalam sehari. Ia berharap semua warga bisa memeriksakan diri agar mengetahui jika Samida sudah aman.
• Kapolsek Ciawigebang Benarkan Penemuan Granat Nanas di Desa Sukadana Kuningan
• Persib Bandung Siapkan Dua Stadion Sebagai Home Base untuk Laga Liga 1 yang Tertunda
• Nekat Beroperasi Lebih dari Batas Waktu, Dua Tempat Makan di Kota Bandung Disegel
"Kami dapat bantuan dari provinsi untuk tes swab. Kalau ada yang positif, kita bawa ke rumah sakit. Kalau semua negatif, kita bersyukur," ucapnya.
Dari target 1000 orang yang dites, hingga sore hari baru sekitar 250 yang sudah diperiksa. Sejumlah warga takut hasil swab tak sesuai harapan dan berujung isolasi.