Breaking News:

PPDB 2020

Orangtua Marah PPDB SMA 2020 di Jabar Enggak Transparan, Nilai Pendaftar Tak Muncul di Website

Senada dengan Anjar, Imas Hasanah (49) warga Antapani, Kota Bandung, orangtua yang juga akan memasukan anaknya melalui PPDB SMA. . .

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar/Syarif Pullof Anwari
antrean panjang pendaftaran hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Kota Bandung, Senin (17/6/2019) 

TRIBUNCIREBON.COM - Sejumlah orangtua siswa yang akan mendaftarkan anaknya dalam PPDB SMA/SMK 2020 di Jabar memprotes Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar yang dinilainya tidak transparan.

//

Hal ini karena Disdik Jabar selaku penyelenggara PPDB SMA/SMK tidak menampilan nilai para pendaftar secara real time di website PPDB yang dimilikinya.

"Kenapa score-nya (nilai pendaftar) tidak ditampilkan, ini kan menyulitkan kami. Kami jadi tidak tahu berapa score tertinggi dan terendah yang daftar di sekolah itu. Ini tidak transparan. Kalau seperti ini daftarkan anak kayak gambling, untung-untungan," kata Siti Anjar (49), satu orangtua siswa di Kota Bandung, Rabu (10/6/2020).

Menurut Anjar, orangtua yang anaknya berprestasi pun, misalnya rata rata nilai rapornya 93,5 juga khawatir. Sebab jangan-jangan siswa lain yang nilainya di atas anaknya masih banyak. "Akhirnya orangtua akan cari sekolah yang aman misalnya di daerah yang jauh dari kota," ujarnya.

 Bila Nanti Menikah, Aurel Ingin Didampingi Ashanty, Anang, dan Krisdayanti: Semoga Boleh Ya Om

Senada dengan Anjar, Imas Hasanah (49) warga Antapani, Kota Bandung, orangtua yang juga akan memasukan anaknya melalui PPDB SMA mengatakan, tidak transparannya proses PPDB ini membuatnya kebingungan untuk mendaftarkan anaknya.

"Terus masalah zonasi juga jadi masalah. Dulu zonasi ini semangatnya agar terjadi pemerataan kualitas sekolah, tidak ada lagi sekolah favorit. Nah sekarang dengan sistem zonasi 50 persen justru akan merusak semangat itu. Ujung-ujungnya akan kembali muncul sekolah favorit," kata Imas.

Sementara itu Ny Temmy, orangtua lainnya mengaku heran mengapa aturan PPDB setiap tahun selalu berubah, terutama soal jumlah kuota setiap jalur masuk.

"Apakah Disdik Jabar selama ini tidak memiliki sistem yang baku? Apakah evaluasi dilakukan setiap tahun? Kalau dilakukan evaluasi mengapa tidak berubah menjadi lebih baik," kata Temmy.

Menurut Temmy, sebaiknya untuk jalur prestasi akademik ada dua pilihan. Sebab hal ini menjadi satu cara untuk menghargai jetih payah siswa selama belajar di SMP.

 Imbas Banjir Sungai Cimaja, Saluran Air PDAM Cisolok Sukabumi Keruh, Perumda Sebut Sudah Jernih

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved