Breaking News:

Covid 19 di Jabar

Ridwan Kamil Minta Pemeriksaan Masif di 700 Pasar Tradisional Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Sebanyak 627 kendaraan, katanya, sudah disiapkan menjadi sarana pengetesan Covid-19 secara keliling.

TribunJabar.id/M Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi jajaran Forkopimda Jabar menyampaikan hasil evaluasi PSBB di Gedung Pakuan, Jumat (29/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan menjelang pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meningkatkan kewaspadaan potensi penyebaran Covid-19 di pasar tradisional.

Selain sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan, katanya, tim pengetesan masif Covid-19 akan mendatangi pasar-pasar tradisional di Jabar untuk melakukan tes sampel Covid-19 kepada para penjual maupun pembelinya.

"Supaya tidak terjadi yang kita takutkan yang namanya second wave ya, gelombang kedua. Tentunya minggu ini kita akan melakukan pelacakan di sekitar 700 pasar karena kami mendapati di Jawa Barat salah satu potensi persebaran yang perlu diwaspadai adalah pasar tradisional," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Senin (8/6).

Sebanyak 627 kendaraan, katanya, sudah disiapkan menjadi sarana pengetesan Covid-19 secara keliling. Dibantu oleh TNI dan Polri, ujarnya, pihaknya akan melakukan random sampling di 700-an pasar tersebut, yang 500 pasar di antaranya dikelola pemerintah, sedangkan 200 pasar lainnya adalah pasar pribadi

Emil mengatakan pihaknya sudah menandatangani persetujuan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, untuk kawasan Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) sampai 4 Juli 2020. PSBB arus diperpanjang walaupun indeks reproduksi Covid-19 sudah di bawah satu poin, katanya, karena DKI Jakarta sendiri memperpanjang PSBB-nya sampai satu bulan.

"Maka sesuai dengan ilmu epidemiologi, Jabodetabek harus dipersamakan. Karena dilihatnya bukan administrasi, tapi persebaran virus corona, persebaran virus ini episentrumnya di Jakarta. Jadi kalau dinyatakan diperpanjang sampai Juli, maka walaupun indeks di Bogor, Depok, dan Bekasi sudah membaik, kami perpanjang dengan proporsional," katanya.

Artinya, ujar Emil, kegiatan ekonomi perlahan-lahan bisa mulai dibuka. Urutannya, minggu lalu adalah rumah ibadah, yakni rumah ibadah di zona biru dan hijau minggu ini mulai dibuka. Kemudian minggu ini perkantoran mulai boleh dibuka, minggu depan seperti tempat perdagangan, kafe, dan restoran, mulai dibuka.

Kunci Jawaban Soal Kelas 1-3 SD Mengenal Bangun Ruang Belajar dari Rumah TVRI, Selasa 9 Juni 2020

Muncul Kasus Baru di Kota Bandung, 10 Orang Dinyatakan Positif, Wali Kota Masih Pikir-pikir PSBB

6 Cara Ampuh Basmi Tikus dan Curut dalam Rumah, Ternyata Bahan-bahan Alami Ini Efektif Usir Tikus

Minggu depannya, pariwisata outdoor yang relatif lebih aman mulai dibuka, tetapi pariwisata indoor belum bisa dibuka. Mengebai Kota Bekasi yang berencana membuka tempat hiburan indoor, katanya, pihaknya sudah melakukan arahan supaya jangan membuka dulu tempat hiburan malam, bioskop, atau karaoke.

"Karena di Korea Selatan, second wave-ya itu datang dari kegiatan pariwisata indoor ya, kelab malam dan hal seperti bar dan yang seperri itu. Jadi kami merekomendasikan ke seluruh Bupati dan Walikota, pariwisata dahulukan yang outdoor, yang pariwisata individual dulu, setelah itu termonitor aman tujuh hari, baru pariwisata indoor," ujarnya.

Mengenai operasional sarana pendudikan, katanya, berdasarkan perkiraan jika semester ini Covid-19 masih belum terkendali, maka kemungkinan belajar di rumah berlaku sampai Januari 2021. Tapi di daerahnya bisa mengendalikan Covid-19, seperti di zona hijau, maka memungkinkan ada pertemuan fisik terbatas.

"Tapi kalau kurikulum tahun ajaran baru tetap berjalan, hanya tidak bertemu secara fisik. Bertemu secara fisiknya masih sedang diperhitungkan. Pesantren juga sama Pak Wagub sudah saya tugaskan mendiskusikan. Kenapa pesantren agak berbeda ya, karena jadwal-jadwalnya dengan sekolah umum beda," ujarnya.

Mengenai aktivitas di universitas, katanya, selama universitas tersebut ada di zona biru dan zona hijau, maka rektorat dipersilahkan melakukan pembukaan sesuai dengan situasi level kewaspadaan. Kalau universitasnya ada di zona kuning atau merah, maka hal ini belum diperbolehkan.

"Misalkan di Jatinangor, apa itu zonanya, dicek. Kalau sudah masuk zona biru, maka sebenarnya Unpad dan IPDN itu sudah mulai bisa melakukan pertemuan fisik dengan terbatas, jaga jarak, dan lain-lain," ujarnya. (Sam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved