PSBM di Jabar

Ini 13 Kawasan Kritis Zona Merah di Jabar, Pemprov Bakal Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro

dalam masa PSBM selama 14 hari dilakukan fokus penanganan oleh berbagai divisi yang ada di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar.

TribunJabar.id/Daniel Andreand Damanik
Ketua TP PKK Jabar, Atalia Praratya Kamil, saat meninjau kesiapan PSBM di Kota Cimahi, Jumat (5/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Terdapat 13 desa dan kelurahan di Jawa Barat yang berstatus kritis Covid-19.

Penanganan penyebaran Covid-19 di 13 kawasan ini akan dilakukan melalui Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) oleh Pemprov Jabar.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan pembatasan sosial dilakukan dalam unit yang paling kecil di 13 kawasan ini dilakukan Pemprov Jabar berkoordinasi dengan pemerintah di 13 lokasi tersebut.

"Dan 13 lokasi ini zonanya kritis, zona merah. Ini nanti yang akan diterapkan mungkin di sana yang disebut Pembatasan Sosial Berskala Mikro," kata Daud di Gedung Sate, Kamis (4/6).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar Dedi Supendi menjelaskan dalam masa PSBM selama 14 hari dilakukan fokus penanganan oleh berbagai divisi yang ada di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar.

Ada 54 desa/kelurahan di seluruh Jabar yang menjadi prioritas penanganan COVID-19, di antaranya 13 desa kritis tersebut.

“Selama 14 hari ini setelah kita swab, lalu Divisi Sterilisasi juga masuk mensterilkan lokasi setiap hari. Setelah itu Divisi Fasyankes juga melakukan isolasi. Kemudian Divisi Fasyankes juga melakukan pemberian vitamin, pengukuran suhu tubuh kepada yang rentan, seperti ODP dan sekelilingnya,” jelas Dedi.

 Pemprov Jabar akan Perpanjang PSBB Bodebek Dua Kali Masa Inkubasi Terpanjang hingga 2 Juli 2020

 UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia, 4 Juni 2020: Bertambah 585 Kasus Baru, Total 28.818 Kasus

“Nah, nanti di hari ke-15 dites swab kembali. Tahapannya sama 14 hari tapi berlaku lokal. Jadi, semua divisi nyerbu fokus ke 54 desa/kelurahan, ada logistik, fasyankes untuk pemberian vitamin, steriliasi, itu semua ada,” kata Dedi.

PSBB berbasis desa/kelurahan mencakup pelacakan (OTG, ODP, PDP, dan Pasien Positif), pembatasan aktivitas, uji usap (swab test), pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved