Virus Corona Cirebon

Tingkatkan Pencegahan Corona Petugas Gabungan Semprot Disinfektan Sejumlah Masjid di Cirebon

Kegiatan itu berkaitan dengan relaksasi tempat ibadah dalam PSBB proporsional yang kini diterapkan di Kabupaten Cirebon.

Ahmad Imam Baehaqi - Tribincirebon.com
Sejumlah petugas gabungan saat membersihkan dan menyemprot disinfektan Masjid Agung Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (5/6/2020). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sejumlah petugas gabungan tampak membersihkan dan menyemprot disinfektan ke sejumlah masjid di Kabupaten Cirebon.
Kegiatan itu berkaitan dengan relaksasi tempat ibadah dalam PSBB proporsional yang kini diterapkan di Kabupaten Cirebon.
Puluhan petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Cirebon, Dinas Damkar Kabupaten Cirebon, Dinkes Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon, Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, dan lainnya dikerahkan dalam kegiatan tersebut.
Mereka tampak menyapu halaman dan membersihkan seluruh areal masjid.
Selain itu, mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk menyemprotkan disinfektan ke bangunan masjid.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheryawan, mengakui sejumlah masjid di Kabupaten Cirebon kembali menyelenggarakan salat jumat.
Sebelumnya masjid-masjid tersebut tidak menyelenggarakan salat jumat sejak beberapa bulan terakhir akibat Pandemi Covid-19.
"Ini sebagai antisipasi kamk dalam mencegah penyebaran Covid-19," ujar Alex Suheryawan saat ditemui di Masjid Agung Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (5/6/2020).
Ia mengatakan, sterilisasi tersebut dilakukan secara menyeluruh di lingkungan masjid, dari mulai bagian dalam hingga luarnya.
Menurut dia, sterilisasi tersebut juga dilaksanakan di masjid-masjid lainnya di Kabupaten Cirebon yang mulai hari ini menyelenggarakan salat jumat.
Pihaknya juga berpesan kepada pengurus DKM untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan salat berjemaah.
Di antaranya, pengecekan suhu tubuh dan mewajibkan jemaah mengenakan masker, serta mengatur jarak shaf salat.
Pasalnya, saat pelaksanaan salat berjemaah terutama salat jumat akan dihadiri puluhan hingga ratusan jemaah.
"Ini yang harus diperhatikan pengurus DKM, dan benar-benar menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 kepada setiap jemaah yang datang," kata Alex Suheryawan.
Sholat Jumat Dipersingkat
Pelaksanaan sholat jumat di Masjid Agung Sumber, Kabupaten Cirebon, sengaja dipersingkat.
Ketua DKM Masjid Agung Sumber, Mushofa, mengatakan, hal itu dilakukan untuk menghindari lamanya kerumunan.
"Ini komitmen kami dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Mushofa kepada Tribuncirebon.com, Jumat (5/6/2020).
Ia mengatakan, saat salat jumat khatib juga akan menyampaikan khutbah secara singkat.
Selain itu, dalam khutbah tersebut disisipkan pesan edukasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19.
Agar para jemaah dapat menerapkannya di rumah dan lingkungan masyarakat sekitarnya.
Bahkan, bacaan imam salat jumat pun hanyalah surat pendek sehingga tidak terlalu lama.
"Pelaksanaan salat jumat disertai qunut nazilah, sebagai ikhtiar agar pandemi segera berakhir," ujar Mushofa.
Pihaknya memastikan pelaksanaan salat jumat di Masjid Agung Sumber menerapkan protokol kesehatan.
Para jemaah dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki masjid, mengenakan masker, dan shafnya diatur sehingga tidak berdekatan.
Bahkan, tempat wudu jemaah juga diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling berdekatan.
Beberapa kran air yang digunakan untuk wudu tampak ditutup sehingga airnya tidak dapat keluar.
Jemaah yang diizinkan mengikuti salat jumat juga hanyalah yang suhunya di bawah 37,5 derajat celcius.

Protokol Kesehatan di Masjid Agung sumber

Salat jumat di Masjid Agung Sumber, Kabupaten Cirebon, menerapkan protokol kesehatan.

Para jemaah dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki masjid, mengenakan masker, dan shafnya diatur sehingga tidak berdekatan.

Pengurus DKM Masjid Agung Sumber, Hasan, mengatakan, protokol kesehatan juga diterapkan setiap pelaksanaan salat lima waktu berjemaah.

"Penerapan protokol ini sebagai ikhtiar kami dalam mencegah penyebaran Covid-19 di tempat ibadah," ujar Hasan kepada Tribuncirebon.com, Jumat (5/6/2020).

Ia mengatakan, jemaah yang diizinkan mengikuti salat berjemaah juga hanyalah yang suhunya di bawah 37,5 derajat celcius.

Selain itu, karpet masjid juga tidak dipasang sehingga para jemaah yang datang disarankan membawa sajadah masing-masing.

Hasan menegaskan, penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan salat jumat maupun sholat fardu mengacu kepada anjuran pemerintah.

Selain itu, menurut dia, penerapan protokol tersebut sebagai bentuk komitmen DKM Masjid Agung Sumber terhadap relaksasi tempat ibadah dalam PSBB proporsional yang kini diterapkan di Kabupaten Cirebon.

 Berkaca-kaca Tukang Parkir di Solo Ini Terpaksa Urungkan Niatnya Naik Haji: Pasrah Sama Gusti Alloh

 Sempat Trending 1 Youtube, Lagu Keke Bukan Boneka Milik Kekeyi Di-Takedown oleh Youtube

"Mulai hari ini sampai batas waktu yang belum ditetapkan protokol kesehatan akan diterapkan saat pelaksanaan salat fardu dan sholat jumat," kata Hasan.

Masjid Agung Sumber sendiri baru menggelar salat jumat pada hari ini setelah hampir tiga bulan tidak diselenggarakan akibat pandemi Covid-19.

Pihaknya juga bersyukur jemaah yang datang pada salat jumat kali ini mau mengerti dan mematuhi penerapan protokol kesehatan tersebut.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved