Breaking News:

Gempa Bumi Sore Ini Guncang Maluku Utara Berkekuatan Magnitudo 7,1, Tidak Berpotensi Tsunami

gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Seismograf mencatat setiap gempa yang terjadi. 

TRIBUNCIREBON.COM - Gempa bumi berkekuatan M 7,1 mengguncang wilayah Maluku Utara, Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 15.49 WIB. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.93 LU dan 128.19 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 km arah Utara Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 111 km.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update M=6,8. 

Dalam rilis yang diterima Tribun, beberapa saat lalu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc, menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Morotai IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Manado, Bitung, Minahasa, Bolmong, Ternate, Sitaro, Tahuna, Tobelo, Sofifi, dan Talaud II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini Tidak berpotensi Tsunami.

PSBB di DKI Jakarta Tanpa Batasan Tanggal, Masuki Fase Transisi

PSBB Jakarta Akhirnya Diperpanjang Kembali, Ini Alasan Gubernur DKI Anies Baswedan

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia, 4 Juni 2020: Bertambah 585 Kasus Baru, Total 28.818 Kasus

Rahmat mengatakan, hingga hari Kamis, 04 Juni 2020 pukul 16.03 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

BMKG kata Rahmat mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu BMKG pun mengimbau agar warga menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved