Breaking News:

TKW Meninggal di Arab Saudi Saat Melahirkan, Disebut-sebut Asal Desa Loji Sukabumi, Kades Membantah

Viral di media sosial (Medsos) Facebook, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) meninggal dunia di Arab dalam keadaan melahirkan.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Istimewa
TKW meninggal dunia di Arab Saudi 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Viral di media sosial (Medsos) Facebook, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) meninggal dunia di Arab dalam keadaan melahirkan.

Postingan TKW meninggal tersebut banyak dibagikan oleh netizen, salah satunya di sebuah grup medsos My Palabuhanratu, terlihat sebuah screenshot yang menunjukkan akun facebook bernama Mmh Synk Dedy, yang memposting foto TKW telentang yang disebutkan meninggal dunia dalam keadaan melahirkan, dibagikan ke grup My Palabuhanratu oleh akun bernama Erhan Ewon.

"Inalilahi w r.....saha nu knl ka iye jalmi maot ngajuru orokna ogeh maot d saudi ..jedah," bunyi tulisan dari postingan Mmh Synk Dedy seperti dilihat Tribunjabar.id, Selasa (2/6/2020).

Selain ramai di Facebook, kabar tersebut juga ramai di grup WhatsApp, terlebih ditambahkan sebuah tulisan bahwa TKW tersebut berasal dari Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Sekretaris Desa (Sekdes) Loji Sudiawanto mengatakan, bahwa kabar TKW yang disebutkan merupakan warganya itu tidak benar.

Ia menjelaskan, mendapatkan kabar bahwa ada warganya meninggal di Arab pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB di sebuah grup WhatsApp (WA).

 Seru Banget Nih, Begini Cara Mengedit Foto Oplas Challenge di Aplikasi FaceApp, Mau Coba?

 Kementerian Agama Batalkan Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 2020: Keputusan Pahit Ini Paling Tepat

"Ini kebetulan kan saya kerja malam nih, bada salat subuh saya dapat WA di grup ada informasi seperti ini. Cuma berkaitan dengan identitas termasuk domisili yang mereka tinggal, yang almarhum ini gak jelas," ujarnya kepada Tribunjabar.id di Kantor Kepala Desa Loji, Selasa (2/6/2020).

Sudiawanto mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan para Kepala Dusun (Kadus) yang ada di desanya.

Dari hasil komunikasi dengan para Kadus, ia mengatakan, bahwa tidak ada warganya yang meninggal dunia di Arab. Hal itu didapat berdasarkan wajah yang ada dalam postingan yang beredar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved