Selama Pandemi Covid-19, 20 Ribu Karyawan di Sumedang Dirumahkan Tapi Masih Dapat Gaji 25 Persen

semua karyawan yang dirumahkan, pastinya mereka akan mulai kembali bisa bekerja di perusahaan asalnya, setelah pandemi Covid-19 sudah benar-benar kond

TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Sebanyak 20 ribu karyawan di berbagai perusahaan di Kabupaten Sumedang terpaksa dirumahkan dan 68 karyawan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat adanya pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat mengatakan, khusus untuk karyawan yang dirumahkan selama pandemi Covid-19 pihak perusahaan tetap bertanggung jawab atas hak karyawannya.

"Karyawan yang dirumahkan sekarang itu sudah mencapai 20.000, tapi yang di PHK baru 68 sampai 70 orang, kurang lebih segituan," ujarnya saat ditemui di Kantor Disnakertrans Sumedang, Rabu (3/6/2020).

Bagi karyawan yang dirumahkan, kata Asep, saat ini masih belum dapat dipastikan kapan mereka bisa kembali masuk kerja karena harus melihat perkembangan kasus Covid-19, khususnya di daerah Kabupaten Sumedang.

"Tapi perusahaan masih tanggung jawab, menggaji 25 persen bagi yang dirumahkan," kata Asep.

Asep mengatakan, semua karyawan yang dirumahkan, pastinya mereka akan mulai kembali bisa bekerja di perusahaan asalnya, setelah pandemi Covid-19 sudah benar-benar kondusif.

"Bertahap, ya tergantung kondisi perusahaan, karena perusahaan juga dibatasi 30 persen dari jumlah keseluruhan karyawan. Jadi sistem kerjanya shift kerjanya," kata Asep.

Sementara saat disinggung jumlah pengangguran di Kabupaten Sumedang, Asep mengatakan, datanya tetap mengacu pada data terakhir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumedang.

Wakapolres Purbalingga Wafat, Motor Nyungsep ke Sungai, Padahal Minggu Depan Mutasi ke Polda Jateng

Perawat di Indramayu yang Kena Corona Bertambah Lagi, Diduga Terinfeksi Saat Melepas Baju Hazmat

Ibu Tiga Anak Ini Mencuri Tandan Sawit Senilai Rp 76.500 untuk Beli Beras, Polisi Tetap Proses Hukum

Ia mengatakan, untuk jumlah pengangguran di Kabupaten Sumedang hingga saat ini masih mengacu berdasarkan data terakhir yang tercatat di BPS karena hingga saat ini pihaknya belum memiliki data terbaru.

"Pengangguran kurang lebih data BPS 38 ribu. Tapi itu belum ada data terbaru. Data lama akhir hasil BPS dan kita, tapi itu juga belum di update lagi apakah pengangguran itu bertambah atau berkurang, kita masih koordinasi," katanya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved