Breaking News:

Penipuan

Putra Pengasuh Pondok Pesantren di Garut Menjadi Tersangka Kasus Penipuan Umrah dan Investasi Bodong

Penetapan tersangka atas Yusuf Abdul Latief tersebut terkait kasus dugaan penipuan berkedok umrah.

Editor: Mumu Mujahidin
ISTIMEWA
Pengacara Korban Menunjukkan Berita Acara di Mapolda Jabar 
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Unit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Jabar telah menetapkan status tersangka terhadap Yusuf Abdul Latief, salah seorang putra dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bayyinah Garut.
Penetapan tersangka atas Yusuf Abdul Latief tersebut terkait kasus dugaan penipuan berkedok umrah.
Hal tersebut disampaikan pengacara korban Hassanain Haykal, bahwa kliennya Ayi Koswara melaporkan kasus dugaan penipuan berkedok umrah.
Hal tersebut terungkap setelah didasarkan atas bukti-bukti yang diperoleh penyidik selama proses penyidikan.
"Tersangka sudah ada, sementara baru Yusuf Abdul Latief putra dari pengasuh pondok pesantren Al Bayyinah Garut itu yang dinaikkan jadi tersangka, karena dari kesaksian-kesaksian mengarah ke sana," katanya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Bandung, Rabu (3/6/2020)
 
Menurut kuasa hukum, penetapan tersangka tersebut dilakukan karena kasus dugaan penipuan umrah yang dilakukan Yusuf Latief telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.
Kendati demikian, dia mengatakan hingga saat ini, pihaknya belum bisa melacak keberadaan Yusuf.
Ia mengatakan berdasarkan rentetan kejadian, kasus dugaan penipuan berkedok umrah tersebut diduga dilakukan Yusuf Abdul latief.
"Tersangka dilaporkan oleh pengusaha asal Kota Bandung, Ayi Koswara, dengan pengaduan penipuan investasi dan penerbitan cek bodong yang bermitra dengan salah satu biro perjalanan umrah Al-Bayyinah di Garut sampai saat ini tidak ada niat baiknya," ungkapnya.
Tersangka tidak kunjung menepati janjinya untuk mengembalikan dana sesuai dengan yang telah dijanjikannya.
Bahkan tersangka telah memberikan cek bodong kepada pelapor, dengan surat keterangan dari Bank Mandiri dengan rekening sudah ditutup.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, telah banyak pihak-pihak yang menjadi korban atas perbuatan tersangka.
"Oleh karena itu, klien kami merasa ditipu.Sselain penipuan berkedok travel umrah mungkin selain klien kami masih ada beberapa orang yang menjadi korban dugaan penipuan berkedok investasi travel umroh bodong ini, cuma mereka tidak melaporkan," kata Haykal.
Tersangka dalam menjalankan aksinya menggunakan nama Travel Umroh Al Bayyinah untuk mendapatkan keuntungan, yang ternyata nama travel umroh Al Bayyinah tersebut sebagaimana dimaksud tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag).
Tersangka juga telah mengiming-imingi pelapor dengan memberikan profit sharing, namun dalam praktiknya, tersangka hanya memberikan profit sharing beberapa kali saja.
"Tersangka bisa dijerat dengan pasal tentang penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 372 dan 378 KUHPidana, sehubungan investasi bodong dengan nama Travel Umroh Al-Bayyinah. Atas perbuatannya, tersangka dapat diancam dengan pidana penjara selama empat tahun," pungkas Haykal.
OJK Telah Mengingkatkan

 Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Ahmad Hidayat, meminta OJK Cirebon meningkatkan upaya pencegahan investasi bodong.

Sebab, menurut dia, pertumbuhan investasi bodong di Wilayah III Cirebon yang merupakan wilayah kerja OJK Cirebon cukup marak.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban kasus investasi bodong tersebut.

 OJK Cirebon Mencabut Izin Usaha 84 Badan Kredit Desa Karena Sudah Tidak aktif Beroperasi

 Di 2019 OJK Cirebon Menerima 80 Aduan Kasus Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Banyak Penundaan Pelunasan

"OJK harus lebih responsif sehingga masyarakat mendapatkan akses ke lembaga investasi resmi dan berizin," kata Ahmad Hidayat saat menyampaikan sambutan dalam Serah Terima Kepala OJK Cirebon di Kantor OJK Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (23/1/2020).

Ia mengatakan, beberapa tahun lalu sejumlah lembaga investasi bodong tumbuh dan berkembang di Wilayah III Cirebon.

Di antaranya, Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI), Family 100, Komunitas Pekerja Mandiri Indonesia ( KPMI), Swissindo, dan lainnya.

Pihaknya memastikan, seluruh kasus tersebut telah ditangani Satgas Waspada Investasi dan sudah ditutup.

 BPBD Cirebon Catat Ada 599 Titik Kritis Sungai di Kabupaten Cirebon, 4 Kecamatan Ini Rawan Banjir

 Jelang Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Majalengka, Bupati Imbau Waspada Oknum yang Janjikan Kelulusan

"Ke depannya harus lebih diintensifkan lagi literasi tentang investasi bodong di masyarakat agar tidak jadi korban lagi," ujar Ahmad Hidayat.

Dalam kesempatan itu, Kepala OJK Cirebon diserahterimakan dari M Luthfi kepada Budi Arief Wibisono.

M Luthfi akan menempati jabatan barunya di Pengawasan Bank 2 OJK RI yang sebelumnya diduduki Budi Arief Wibisono.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved