Polisi Bakal Tindak Lanjuti Dugaan Pemotongan Dana Bantuan Terdampak Covid-19 yang Diterima Warga

Bahkan, Bama mengatakan, sempat terjadi pemberian bantuan disalurkan malam hari, itu pun hanya diberikan sebesar Rp250 ribu.

TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin
Warga Gandasoli Sukabumi mengantre untuk mendapatkan bantuan uang dari desa. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Menanggapi pengakuan warga yang mengalami pemotongan dana bantuan terdampak Covid-19di Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, polisi akan menindaklanjuti kejadian tersebut.

Waka Polres Sukabumi Kompol Sigit Rahayudi mengatakan, ia telah memerintahkan Sat Reskrim Polres Sukabumi untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

"Nanti kami tindak lanjuti dengan sat reserse," ujar Sigit kepada Tribunjabar.id, Rabu (3/6/2020).

"Saya sudah perintahkan ke Sat Reserse untuk tindaklanjuti," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Odon Setiawan, warga Kampung Cikubang, Desa Gandasoli, mengaku, bantuan yang diberikan oleh pihak desa tersebut disunat sebesar Rp100 ribu, dari Rp600 ribu yang seharusnya ia terima.

"Gak ada penjelasan apapun, awalnya di kasih Rp600 ribu, saya dapatnya Rp500 ribu. Dipotong Rp100 ribu tidak diberitahu untuk apa, gak ada penjelasan untuk apa, untuk siapa, gak ada sosialisasi," ujar Odon kesal, kepada Tribunjabar.id usai menerima bantuan di Kantor Desa Gandasoli, Rabu (3/6/2020).

Anehnya lagi, kata Odon, pemotongan dilakukan di satu ruangan khusus, bukan di tempat pertama ia menerima bantuan.

"Dipotongnya di belakang, dikasih di depan lalu dibawa ke belakang, nah disitu dipotongnya di belakang, ada ruangan lain," ucapnya.

Seorang TKW Meninggal di Arab Saudi Saat Melahirkan, Disebut-sebut Asal Desa Loji, Kades Membantah

Wakapolres Purbalingga Wafat, Motor Nyungsep ke Sungai, Padahal Minggu Depan Mutasi ke Polda Jateng

Ibu Tiga Anak Ini Mencuri Tandan Sawit Senilai Rp 76.500 untuk Beli Beras, Polisi Tetap Proses Hukum

Tidak melibatkan RT/RW

Selain terjadi pemotongan bantuan, menurut salah seorang ketua RT di Desa Gandasoli, Bama, tidak ada keterlibatan RT dalam penyaluran bantuan tersebut.

Bahkan, Bama mengatakan, sempat terjadi pemberian bantuan disalurkan malam hari, itu pun hanya diberikan sebesar Rp250 ribu.

"RT gak dilibatkan, enggak, gak dilibatkan, udah banyak sih, banprov ada, pkh ada, yang dibagikan ke rumah warga cuman yang malam takbir ada yang Rp250 ribu dari yang seharusnya Rp600 ribu," tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Tribunjabar.id belum mendapatkan jawaban dari Kepala Desa mengenai adanya pemotongan bantuan tersebut.* (M Rizal Jalaludin)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved