PSBB Bandung

Jika Terjadi Lonjakan Kasus Positif Covid-19, Kota Bandung Bakal Terapkan PSBB Maksimal

Pemerintah Kota Bandung bakal menerapkan pembatasan sosial berkala besar (PSBB) maksimal, jika hal ini terjadi

Tribun Jabar - Tribunnews.com
Wali Kota Bandung Oded M Danial 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung bakal menerapkan pembatasan sosial berkala besar (PSBB) maksimal, jika setelah penerapan PSBB proporsional saat ini terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Bandung.

Berdasarkan data dari Pusat informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, hingga Selasa (2/6/2020) pukul 12.50 WIB, kasus positif Covid-19 berjumlah 304 orang. Dari jumlah tersebut, 142 masih dirawat, 124 sembuh dan 38 meninggal.

Wali Kota Bandung sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan dalam PSBB proporsional ini memang ada pelonggaran untuk warga beraktifitas.

Pedoman New Normal Juga Berlaku untuk Angkutan Barang, Begini Kata Humas PT KAI Daop 3

Pada penerapan PSBB proporsional ini, jalan-jalan protokol sudah mulai dibuka kembali.

Mobilitas warga pun mulai padat karena perkantoran negeri, swasta, restoran, cafe, rumah makan, dan toko mandiri sudah diperbolehkan beroperasi, meski dibatasi sebanyak 30 persen dari kapasitas.

Dikatakan Oded, penerapan PSBB proporsional ini nantinya akan dievaluasi. Sehingga jika kasus Covid-19 meningkat, tidak menutup kemungkinan akan kembali diberlakukan PSBB Maksimal.

"Bisa jadi (kembali diberlakukan PSBB Maksimal), karena kita harus evaluasi," ujar Oded, di Balai Kota Bandung, Selasa (2/6/2020).

Kolesterol Tinggi Bisa Turun Dengan Mengonsumsi Yogurt Lho, Tapi Harus Pilih Jenis Yogurt Ini

Oded pun meminta masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan dengan melakukan phsycal distancing, rajin mencuci tangan, hindari kerumunan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

"Makanya yang penting ketika sekarang ada pergeseran anggap perubahan dari PSBB Maksimal kepada PSBB Proporsional, kalau dalam evaluasinya ternyata bisa meniakan kurvanya lagi, ini harus dievaluasi lagi jadi kita balik lagi (PSBB Maksimal)," katanya.

Selain itu, ia memastikan pada PSBB proporsional ini tetap melakukan pengawasan dengan menempatkan petugas-petugas yang semula bertugas di check point, di kewilayahan.

"Kita tempatkan di kewilayahan untuk mengawasi (PSBB Proporsional)," ucapnya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved