Breaking News:

New Normal

PELAKSANAAN New Normal di Jawa Barat, Tempat Ibadah Dibuka Lebih Dulu, Mal-mal Juga Nanti Dibuka

Pengelola toko ritel atau mall, katanya, wajib menyiapkan surat pernyataan bahwa mereka memahami peraturan protokol kesehatan selama AKB

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi the new normal 

"Industri dan perkantoran, di mana orang yang hilir-mudiknya sama saja orang-orang itu, jadi lebih terkontrol. Maka tahap ketiganya baru dibuka ritel, shopping mall, dan yang jual beli, yang sifatnya hilir-mudik orang keluar-masuknya silih berganti," katanya.

Pengelola toko ritel atau mall, katanya, wajib menyiapkan surat pernyataan bahwa mereka memahami peraturan protokol kesehatan selama AKB ini. Pihaknya pun menitipkan seorang sebagai gugus tugas di pusat perbelanjaan tersebut.

"Jadi nanti kalau ada polisi merazia, dia akan nanya mana surat pernyataan dan siapa yang jadi gugus tugas di sebuah mall ini yang menjadi manajer penanganan Covid-19 di mall-nya. Pola-pola ini akan dilakukan jadi artinya bertahap tidak buru-buru, tetap waspada," katanya.

Mengenai sektor pariwisata di zona yang biru, ujar Emil, boleh kembali dibuka tapi hanya untuk wisatawan individual, sedangkan wisatawan berkelompok bahkan wisatawan keluarga belum diperbolehkan di tahap pertama.

"Bagaimana dengan urusan pendidikan seperti pesantren dan sekolah, khusus untuk sekolah, itu belum boleh sama sekali walaupun sudah zona biru. Karena kami akan meneliti lebih mendalam. Karena jumlahnya jutaan, ini anak-anak harus paling utama kita utamakan keselamatannya," katanya.

Jadi dari pentahapan AKB ini, kata Emil, sekolah adalah yang paling terakhir dibuka, yakni sampai betul-betul yakin tidak ada ancaman luar biasa penyebaran Covid-19.

"Kita sepakati tadi dengan walikota dan bupati, evaluasi AKB yaitu semua per 7 hari. Satu minggu itu kita akan evaluasi, seperti contoh ekonominya yang buka bukan ritel dulu dan mall, ini tolong digaris bawahi kita akan mulai dulu yang namanya industri dan perkantoran. Kemudian evaluasi 7 hari, oh ternyata nggak ada macam-macam, nggak ada gejolak, baru masuk ke yang sifatnya high risk, karena ritel, mall, dan pariwisata, itu menurut ilmuwan kami high risk ya. Jadi kita pakai yang ekonominya low risk dulu. Kalau nggak aman ya berarti ditahan dulu yang akhirnya setelah itu baru high risk di ritel dan lain-lain," katanya.

Dalam kajian ini, adapun Zona Merah yang dimaksud artinya dalam kawasan ini ditemukan kasus COVID-19 pada satu atau lebih kluster dengan peningkatan kasus yang signifikan dan bisa dilakukan PSBB penuh pada daerah tersebut. Zona Kuning, artinya ditemukan kasus COVID-19 pada kluster tunggal dan bisa dilakukan PSBB parsial.

Sementara Zona Biru berarti ditemukan kasus COVID-19 secara sporadis baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal, di mana daerah dengan zona ini perlu dilakukan physical distancing. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved