New Normal

PELAKSANAAN New Normal di Jawa Barat, Tempat Ibadah Dibuka Lebih Dulu, Mal-mal Juga Nanti Dibuka

Pengelola toko ritel atau mall, katanya, wajib menyiapkan surat pernyataan bahwa mereka memahami peraturan protokol kesehatan selama AKB

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi the new normal 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan 15 daerah yang sudah bisa menerapkan new normal atau tatanan normal baru, atau yang disepakati disebut sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jawa Barat.

Daerah ini bisa menerapkan AKB setelah mengakhiri masa PSBB Jabar.

Sebanyak 15 daerah tersebut yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.

Sedangkan daerah yang masuk zona kuning atau direkomendasikan tetap melaksanakan PSBB parsial adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, dan Kota Depok.

 Heboh, Seorang Anggota Kopassus Gadungan Tertangkap Basah di Kota Bandung, Ngaku Dinas di Batujajar

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan penerapan AKB di Jawa Barat dilakulan secara bertahap.

AKB ini diharapkan tidak disambut dengan euforia masyarakat yang berlebihan saat nanti diumumkan oleh 15 kepala daerah tersebut.

Semuanya pun dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Euforia tidak boleh karena ini akan dilakukan bertahap. Tahap pertama adalah rumah ibadah. Jadi rumah ibadah di zona yang sudah biru itu per 1 Juni 2020 dipersilahkan dibuka tapi dengan 50 persen kapasitas. Jadi kalau ibadahnya tadinya 100 orang, saat AKB ini 50 orang dulu, kemudian 50 lagi," katanya di Gedung Pakuan, Jumat (29/5).

Tahap kedua, katanya, membuka kembali kegiatan ekonomi. Berdasarkan hasil kajian dari ilmuwan di Jawa Barat, yang dibuka di tahap ledua adalah kegiatan ekonomi yang memiliki risiko kecil atau low risk penularan Covid-19 tetapi memiliki dampai ekonomi besar, yakni industri dan perkantoran.

 BPJS Kesehatan Naik Juni, Kemenkeu Sebut Segini Seharusnya Iuran per Kelas, Jauh Lebih Mahal

Halaman
12
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved