PSBB di Majalengka
Majalengka Teruskan PSBB Bersama 3 Daerah Lainnya di Ciayumajakuning, Kombinasikan dengan AKB
Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan Gubernur Jabar mempersilakan daerah masing-masing untuk memilih melanjutkan PSBB atau melaksanakan AKB.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Seluruh daerah di wilayah III Cirebon, yakni Cirebon Kota, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) telah menentukan pilihannya dalam memerangi virus Corona.
Dari 5 daerah itu, empat di antaranya memilih melanjutkan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III.
Sedangkan, Kabupaten Cirebon memilih menyudahi program tersebut dan memilih menerapkan tren pola hidup new normal yang diistilahkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Mereka sepakat setelah lima kepala daerah wilayah Ciayumajakuning itu menggelar pertemuan di Balaikota Cirebon, Jumat (29/5/2020) malam.
Pertemuan itu dalam rangka menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat terkait kelanjutan pemberlakuan PSBB atau AKB.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh kepala daerah hadir langsung, yaitu Walikota Cirebon, Nashrudin Azis, Bupati Cirebon Imron, Bupati Majalengka Karna Sobahi, Bupati Kuningan Acep Purnama dan Buoati Indramayu Taufik Hidayat.
Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan Gubernur Jabar mempersilakan daerah masing-masing untuk memilih melanjutkan PSBB atau melaksanakan AKB.
• Heboh Penampakan Buaya Besar di Sungai Cimandiri Sukabumi, Berjemur di Bebatuan Tengah Sungai
• Istri Masukan 2 Pria ke Rumah Saat Suami Kerja, Mereka Berhubungan Badan 2 Lawan 1, Bosan pada Suami
• BREAKING NEWS - Ratusan Pedagang Pasar Tradisional di Kuningan Ikut Rapid Test, Ini Hasilnya
Khusus Majalengka, pihaknya memastikan akan mengkombinasikan PSBB dan AKB.
"Pada prinsipnya para kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning menyepakati untuk melanjutkan PSBB Jilid III, dengan mengkombinasikan penerapan AKB di daerahnya masing-masing," ujar Karna yang juga jabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Sabtu (30/5/2020).
Ia menjelaskan, kondisi itu diterapkan mengingat semua kasus positif di wilayah Ciayumajakuning ini merupakan produk imported case.
Artinya, perlu penguatan kembali di seluruh posko cek poin di daerah penyangga kota dan kabupaten.
Guna mendeteksi keluar masuk orang dari daerah lain.
"Di daerah perbatasan inilah, mobilitas masyarakat cukup tinggi, sehingga rawan terjadinya kembali kasus positif Covid-19, akibat imported case," ucapnya.
Selain itu, mantan Wakil Bupati Majalengka dua periode ini menyebut para kepala daerah akan mempertajam kembali jalinan kerja sama di bidang perdagangan dan beragam komoditas di Ciayumajakuning.
"Kami juga berlima menyetujui agar terus menjaga stabilitas perekonomian dengan memberikan kemudahan kepada pelaku usaha yang berniaga di wilayah Ciayumajakuning sesuai SOP Covid-19," jelas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/kepala-daerah-se-ciayumajakuning.jpg)