Pelaksanaan New Normal

Kepala Daerah se-Ciayumajakuning Siap Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru, Dimulai Awal Juni

rencananya kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Jabar itu diterapkan di Ciayumajakuning mulai awal Juni 2020.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala daerah se-Ciayumajakuning saat konferensi pers usai rapat koordinasi evaluasi PSBB Jawa Barat di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (29/5/2020) malam. 

 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan 15 daerah yang sudah bisa menerapkan new normal atau tatanan normal baru, atau yang disepakati disebut sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jawa Barat. Daerah ini bisa menerapkan AKB setelah mengakhiri masa PSBB Jabar.

Sebanyak 15 daerah tersebut adalah

  • Kabupaten Bandung Barat
  • Kabupaten Ciamis
  • Kabupaten Cianjur
  • Kabupaten Cirebon
  • Kabupaten Garut
  • Kabupaten Kuningan
  • Kabupaten Majalengka
  • Kabupaten Pangandaran
  • Kabupaten Purwakarta
  • Kabupaten Sumedang
  • Kabupaten Tasikmalaya
  • Kota Banjar
  • Kota Cirebon
  • Kota Sukabumi
  • Kota Tasikmalaya.

Sedangkan daerah yang masuk zona kuning atau direkomendasikan tetap melaksanakan PSBB parsial adalah sebagai berikut:

  • Kabupaten Bandung
  • Kabupaten Bekasi
  • Kabupaten Bogor
  • Kabupaten Indramayu
  • Kabupaten Karawang
  • Kabupaten Subang
  • Kabupaten Sukabumi
  • Kota Bandung
  • Kota Bekasi
  • Kota Bogor
  • Kota Cimahi
  • Kota Depok

 Pembunuh Bayaran Incar Nyawa Soeharto, Sudah Sempat Menyamar, tapi Terbongkar Berkat Kecurigaan Tien

 Penampakan Batu Besar Berbentuk Ular, Dibilang Lokasinya di Thailand, Ternyata Ada di Cisolok

 Pedagang Sayur di Pasar Baru Indramayu Merugi Banyak Barang Dagangan yang Busuk Tak Laku Jual

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan penerapan AKB di Jawa Barat dilakulan secara bertahap. AKB ini diharapkan tidak disambut dengan euforia masyarakat yang berlebihan saat nanti diumumkan oleh 15 kepala daerah tersebut.

Semuanya pun dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Euforia tidak boleh karena ini akan dilakukan bertahap. Tahap pertama adalah rumah ibadah. Jadi rumah ibadah di zona yang sudah biru itu per 1 Juni 2020 dipersilakan dibuka tapi dengan 50 persen kapasitas. Jadi kalau ibadahnya tadinya 100 orang, saat AKB ini 50 orang dulu, kemudian 50 lagi," katanya di Gedung Pakuan, Jumat (29/5).

Tahap kedua, katanya, membuka kembali kegiatan ekonomi. Berdasarkan hasil kajian dari ilmuwan di Jawa Barat, yang dibuka di tahap ledua adalah kegiatan ekonomi yang memiliki risiko kecil atau low risk penularan Covid-19 tetapi memiliki dampai ekonomi besar, yakni industri dan perkantoran.

"Industri dan perkantoran, di mana orang yang hilir-mudiknya sama saja orang-orang itu, jadi lebih terkontrol. Maka tahap ketiganya baru dibuka ritel, shopping mall, dan yang jual beli, yang sifatnya hilir-mudik orang keluar-masuknya silih berganti," katanya.

Pengelola toko ritel atau mall, katanya, wajib menyiapkan surat pernyataan bahwa mereka memahami peraturan protokol kesehatan selama AKB ini. Pihaknya pun menitipkan seorang sebagai gugus tugas di pusat perbelanjaan tersebut.

"Jadi nanti kalau ada polisi merazia, dia akan nanya mana surat pernyataan dan siapa yang jadi gugus tugas di sebuah mall ini yang menjadi manajer penanganan Covid-19 di mall-nya. Pola-pola ini akan dilakukan jadi artinya bertahap tidak buru-buru, tetap waspada," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved