AKB di Jawa Barat

Ini Standar Protokol Kesehatan di Masjid Selama AKB di Jawa Barat, Emil Minta Petugas Tegas Melarang

Kang Emil pun meminta agar petugas masjid bertindak tegas jika diketahui ada warga dengan suhu tubuh di atas batas normal

(Humas Jabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil shalat saat meninjau Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Padalarang, KBB, Sabtu (30/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut melakukan simulasi ibadah di Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, sebagai bentuk persiapan ibadah berjemaah di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di 15 kabupaten dan kota di Jabar.

Kang Emil  berujar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai standar protokol kesehatan di tempat ibadah, khususnya masjid.

“Warga yang datang harus cuci tangan dulu. Prosedur kedua, antre menuju tempat wudu. Wudu juga antre, ada jarak. Tempat wudu juga kerannya tidak dibuka semua, diselang-seling sehingga wudu pun ada jarak,” tutur gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini saat meninjau Masjid Al Irsyad, Sabtu (30/5).

Selain itu, dilakukan pengecekan suhu sebelum para jemaah memasuki ruangan masjid. Kang Emil pun meminta agar petugas masjid bertindak tegas jika diketahui ada warga dengan suhu tubuh di atas batas normal yakni 37,5 derajat celcius. Selain itu, tanda jarak aman antar baris atau saf salat juga tidak boleh dilanggar.

"Warga yang suhunya 37,5 derajat Celcius ke atas, tidak masuk kategori wajib salat berjemaah di masjid, karena punya risiko kesehatan. Kemudian yang masuk ke dalam, siap salat, para jemaah harap melihat ke bawah, kalau tandanya silang itu spot yang tidak boleh dipakai untuk salat, maka salat boleh berjarak,” katanya.

Terkait pelaksanaan Salat Jumat berjemaah yang merujuk fatwa MUI, Kang Emil menjelaskan bahwa Salat Jumat tidak bisa dilaksanakan secara bergiliran dan masyarakat disarankan untuk membawa sajadah masing-masing.

Selesai salat pun, masyarakat harus mengikuti arahan petugas masjid untuk membubarkan diri secara teratur dan tidak berkerumun.

“Fatwa sementara dari MUI, tidak ada aplusan atau giliran dalam Salat Jumat. Maka nanti diatur, kalau di dalam interiornya ruang salat sudah penuh, silahkan salat di halaman, di paving block sampai ke jalan, dan direkomendasi tadi bawa sajadah sendiri. Nanti pulangnya pun tunggu pengumuman. Jangan seperti biasanya berkerumun,” ucap Kang Emil.

Seru Banget Nih, Begini Cara Mengedit Foto Oplas Challenge di Aplikasi FaceApp, Penasaran Mau Coba?

Deretan Gambar Ucapan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, Cocok Nih Dipasang di Facebook dan WhatsApp

Pemudik Rela Berjubel di Posko Covid-19 Ciamis Berburu SIKM Supaya Bisa Balik ke Jakarta

“Ini tidak nyaman, tapi inilah cara paling baik menyeimbangkan antara protokol kesehatan dengan syariat beribadah,” katanya.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved