Pedagang di Pasar Baru Indramayu Keluhkan Penurunan Omzet Akibat Covid-19

Para pedagang di Pasar Baru Indramayu mengeluh omzet yang tak kunjung normal sejak mewabahnya Covid-19.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi, Jumat (29/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para pedagang di Pasar Baru Indramayu mengeluh omzet yang tak kunjung normal sejak mewabahnya Covid-19.

Mayoritas dari para pedagang itu mengaku harus merelakan omzetnya turun hingga lebih dari 50 persen.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi mengatakan, daya beli masyarakat menurun drastis, termasuk saat momen lebaran.

PSBB Jabar Diperpanjang, Pembukaan Objek Wisata di Garut Pada 2 Juni 2020 Kemungkinan Batal

"Biasanya kalau lebaran itu bisa dapat sampai Rp 50 juta dalam seharinya, sekarang sih cuma Rp 10 juta," ujar dia kepada Tribuncirebo.com, Jumat (29/5/2020).

Adang Wahyudi mengatakan, menurunnya omzet diakibatkan oleh banyak sebab, salah satunya yaitu banyak masyarakat yang penghasilannya berkurang bahkan sampai di-PHK.

Imbasnya, para pedagang di Pasar Baru sepi pembeli. Padahal momen lebaran biasa dimanfaatkan pedagang untuk mendapat untung berlipat.

VIDEO - Jelang New Normal Life, Ditpolairud Polda Jabar Bersih-bersih Masjid At-Tuqo Mundu Cirebon

Ia juga mengaku terlanjur menyetok barang dalam jumlah banyak guna memenuhi kebutuhan pembeli.

Namun, barang dagangan itu justru kurang laku terjual.

Hal ini terlihat dari menumpuknya stok barang dagangan, seperti sembako, dan lain sebagainya di setiap lapak pedagang di Pasar Baru Indramayu.

"Iya salah strategi, karena prediksinya kan setiap kebutuhan masyarakat bertambah menjelang lebaran dan stok pun saya sebagai pedagang pasti ditambah sampai dua kali lipatnya," ujar dia.

Ia juga menyampaikan, tidak sedikit masyarakat mengeluh ke asosiasi. Mereka mengeluhkan omzet yang tidak kunjung stabil.

Dokter Pakai APD Kostum Iron Man & Batman, Tujuannya Hibur Pasien Anak-anak, Dipuji Banyak Netizen

Terlebih hadirnya pasar modern Cipto Gudang Rabat yang berada di samping pasar setempat. Meski ditengah pandemi Covid-19 sekalipun masyarakat yang berbelanja tetap banyak.

Masyarakat lebih memilih berbelanja di pasae modern karena ditunjang fasilitas yang memadai.

"Banyak keluhan yang disampaikan, keluhannya masih tetap sama dengan adanya distrubutor yang mengecer barang dagangan di samping pasar membuat pedagang di pasar tradisional kalah saing," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved