New Normal di Jabar

Jangan Kaget, Tentara & Polisi Akan Jaga Tempat Keramaian, Pastikan Warga Pakai Masker & Jaga Jarak

Emil memastikan juga bahwa sekitar 400 ambulans, laboratorium bergerak, dan kendaraan kesehatan lainnya akan keliling Jabar

Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, Atalia Kamil, dan Kadisbudpar Jabar Dedy Taufik saat diwawancara wartawan seusai parade AAF di Jalan Asia Afrika, Bandung, Sabtu (29/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan 21 ribu aparat, terdiri dari 17 ribu personel kepolisian dan 4 ribu personel TNI, akan mengawal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal selama 14 hari di Jawa Barat.

TNI dan Polri, katanya, sesuai arahan Presiden RI akan memastikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni jaga jarak, pemakaian masker, dan cuci tangan, tetap dilakukan selama AKB.

"Mereka akan mengawal, beliau-beliau sudah menyiapkan gugus tugas. Jadi selama AKB di 60 persen wilayah Jawa Barat, jangan kaget nanti ada Polisi dan TNI di dalam mall. TNI Polri nempel di acara sosial atau di acara ibadah, semata-mata ingin memastikan tiga hal, yaitu jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan itu terlaksana," katanya di Gedung Pakuan, Jumat (29/5).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini memastikan juga bahwa sekitar 400 ambulans, laboratorium bergerak, dan kendaraan kesehatan lainnya akan keliling Jabar ke tempat-tempat keramaian untuk melakukan pengetesan masif.

"Ini untuk memastikan, jangan sampai AKB menghilangkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19. Nanti ambulans keliling di kawasan kerumunan yang diwaspadai. Pengetesan ke desa-desa ke kampung-kampung yang masih merah ya. Ada 1 persen desa yang masih merah dari 100 persen desa di Jawa Barat," ujarnya.

Secara umum, Emil pun berujar bahwa Jabar sudah melewati PSBB skala besar. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jabar fokus kepada pembatasan sosial skala mikro ke desa atau kelurahan yang masih Zona Merah serta terus mengupayakan tes masif terhadap 0,6 persen populasi atau sekitar 300 ribu orang.

"Jawa Barat kurang lebih sudah melakukan pengetesan hampir 150.000. Target kami 300.000, kami berharap itu bisa kami capai dalam satu bulan ke depan seiring dengan datangnya produk-produk PCR dan rapid tes buatan lokal," tuturnya.

Penampakan Batu Besar Berbentuk Ular, Dibilang Lokasinya di Thailand, Ternyata Ada di Cisolok

Seru Banget Nih, Begini Cara Mengedit Foto Oplas Challenge di Aplikasi FaceApp, Penasaran Mau Coba?

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah dan Tumbangkan 7 Pohon Besar di Sukabumi

Kabar baiknya, katanya, produk-produk pengetesan tersebut bisa ditambah dari buatan Jawa Barat, tidak perlu impor lagi atau menunggu jatah pemerintah pusat. Contohnya Biofarma membuat alat tes PCR dan sudah tersedia alat rapid tes yang berkualitas buatan ITB dan Unpad.

"Makanya jangan kaget kalau nanti angka-angkanya kurang baik, maka kami akan melakukan PSBB pengetatan lagi. Jadi saya bilang tadi kepada Walikota dan Bupati jangan senang dulu ya, kalau tidak waspada kalau tidak bertahap, tiba-tiba yang sudah zona biru kembali ke kuning, yang kuning kembali ke merah. Maka dijaga perbatasannya, dijaga kedisiplinannya," katanya.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved