video

VIDEO - Pemprov Jabar Susun Protokol Kesehatan, Aturan Pencegahan Covid-19 di Berbagai Instansi

Itu semua akan dibuat protokolnya sesuai dengan kebutuhan yang ada di tempat tersebut. Kemudian juga pengendaliannya ataupun kontrolnya itu ada di man

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG -  Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyusun sejumlah protokol kesehatan atau upaya pencegahan Covid-19 untuk diberlakukan di berbagai instansi dan tempat aktivitas publik. Hal ini akan diberlakukan di masa tatanan normal baru atau new normal di Jawa Barat yang rencananya dimulai pada 1 Juni 2020.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Berli Hamdani, mengatakan penerapan protokol kesehatan ini sedang dikaji di setiap OPD (organisasi perangkat daerah) di Pemprov Jabar. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Jabar membuat protokol kesehatan yang disesuaikan dengan setiap entitasnya, misalnya lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, fasilitas publik, gedung pemerintahan, industri, sampai tempat ibadah.

"Itu semua akan dibuat protokolnya sesuai dengan kebutuhan yang ada di tempat tersebut. Kemudian juga pengendaliannya ataupun kontrolnya itu ada di mana, itu semuanya akan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari yang menjadi pimpinan di institusi tersebut sampai kepada provinsi. Artinya di provinsi nanti akan ada yang akan melakukan kontrol terhadap ketaatan masyarakatnya untuk menaati protokol kesehatan tersebut," kata Berli di Gedung Sate, Rabu (27/5).

Penerapan protokol kesehatan secara ketat dan terukur, katanya, akan lebih ditingkatkan di berbagai bidang. Karenanya, setiap OPD akan lebih sibuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan protokol tersebut.

"Kita harus mulai menyusun protokol kesehatan untuk masing-masing entitas kegiatan dalam masyarakat kita, contohnya bagaimana protokol kesehatan di lingkungan industri, perkantoran, sekolah, lembaga pendidikan, kemudian juga institusi lain termasuk di pabrik ya, nah jadi itu semuanya harus menerapkan protokol kesehatan yang intinya adalah menggunakan masker dan physical distancing," katanya.

Kenormalan baru ini, ujarnya, akan berhasil menjadi sebuah budaya yang positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, bukan hanya terhindar dari Covid-19. Apabila masyarakat turut berperan serta dalam kedisiplinan, dalam hal ini disiplin menggunakan masker dan disiplin melakukan jaga jarak antarindividu, maka akan menekan Covid-19.

Suami Istri di Ciamis Tewas Setelah Gelar Pesta Miras, Suami Tewas Pukul 02.00, Istri Pukul 08.30

Jangan Jadikan Lagi Mi Instan Menu Sarapan Anda, Meski Enak, Berisiko Kena Penyakit Mematikan Ini

Hasil Rapid Test Tiga Karyawan Puskesmas di Kota Tasikmalaya Reaktif Covid-19, Kasus Positif Jadi 50

"Kalau semua masyarakat ini dapat berpartisipasi seperti itu secara aktif termasuk juga mengingatkan tetangganya, anggota keluarga, siapapun yang tidak menaati kedua hal tersebut, tentunya kenormalan baru itu akan menjadi sebuah keniscayaan. Jadi sekali lagi disiplin dari masyarakat ini adalah salah satu kunci keberhasilan kita memasuki kenormalan yang baru," katanya.

Tatanan normal baru di Provinsi Jawa Barat sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Jabar, katanya, kemungkinan akan lebih cepat diberlakukan dibandingkan DKI Jakarta. Jawa Barat berbeda dengan DKI Jakarta, yakni memiliki banyak variasinya, baik secara geografis maupun juga kasus lompatan kasusnya.

"Kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi, adalah mirroring dari DKI dalam hal penanganan Covid-19. Maka saat ini mereka akan menjalani PSBB sampai dengan 4 Juni 2020, sebagaimana halnya DKI. Kita juga akan menerapkan apakah memasuki kenormalan baru ataukah memperpanjang PSBB, itu nanti tergantung dari yang diambil," katanya.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved