Video

VIDEO - Gelombang Tinggi Mengancam, Warga Pesisir Pantai Citepus Bangun Tanggul Penahan Ombak

Pengerjaan pembuatan tanggul pun dikebut, karena mengantisipasi gelombang tinggi terjadi sore dan malam hari.

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Dua, tiga hari lalu, gelombang tinggi merusak sejumlah bangunan warung milik warga di pesisir pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Warga yang warungnya rusak, langsung memperbaikinya. Rusaknya warung warga karena gelombang tinggi menerjang tanggul penahan ombak, sehingga air laut masuk kedalam warung.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, sejumlah warga di pesisir pantai Citepus memperbaiki tanggul penahan ombak.

Dengan menggunakan karung berisikan pasir, warga bergotong royong membuat tanggul penahan ombak.

Salah seorang warga, Asep Edom mengatakan, warga berupaya membuat tanggul untuk mengantisipasi gelombang tinggi kembali menghancurkan bangunan di pesisir pantai.

"Masyarakat berupaya daripada hancur bangunannya, dia hanya menggunakan pasang-pasang tanggul aja untuk menyelamatkan harta bendanya. Kami pun mendapat berita, prediksinya lima hari kedepan itu akan semakin besar. Kalau ini terjadi nambah parah lagi kondisi masyarakat sekitar pesisir, terutama di Desa Citepus ini," ujar Asep yang juga Kepala Operasional dan SDM Satgas Pemandu Keselamatan Wisata Tirta Kabupaten Sukabumi.

Asep menjelaskan, pembuatan tanggul dilakukan sejak pukul 11.00 WIB, setelah air laut surut.

Pengerjaan pembuatan tanggul pun dikebut, karena mengantisipasi gelombang tinggi terjadi sore dan malam hari.

Tak Suka Krisdayanti Disindir Keras oleh Aurel di Medsos, Raul Lemos Sindir Balik hingga Katakan Ini

Jawa Barat Siap Jalankan New Normal, Pasar, Toko, dan Mall Sudah Bisa Buka Tapi Terapkan Protokol

Jika PSBB Tak Diperpanjang, Mal-mal di Bandung Akan Buka Serentak 30 Mei, Terapkan Protokol Covid-19

"Pembuatan tanggul selesai mulai surut aja tadi jam 11 sudah mulai surut, lalu kita coba lakukan semampu kita aja. Kita dengan karung seadanya aja, yang penting si air itu kalau naik tidak langsung ke bangunan, ke penahan dulu lah, walaupun ini tidak efektif," terangnya.

"Kepenjangan bangunan ini 2 lokal sekitar 16 meteran, 16 sampai 20 meter. Ini semua kerusakan ada 12 warung rusak berat, yang 4 rusak ringan," jelasnya.

Menurutnya, dalam satu tahun, warga selalu mengganti tanggul hampir 3 hingga 4 kali.

"Hampir satu tahun 3, 4 kali ganti tanggul," sebutnya.* (M Rizal Jalaludin)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved