Breaking News:

Asik Nongkrong di Malam Takbiran, Maling Motor di Cirebon Ini Diringkus Polisi

Maling berinisial FS (26) itu dibekuk saat nongkrong di dekat rumahnya di kawasan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
ist
Ilustrasi - Borgol 

Ia mengatakan, biasanya para pengedar narkoba akan menempelkan barangnya di tempat yang telah disepakati dengan pembelinya.

Nantinya, pengedar akan menempelkan narkoba di tempat tersebut kemudian pembeli akan mengambilnya.

"Transaksinya melalui online maupun berkomunikasi langsung via telepon," kata Sentosa Sembiring.

Saat ini, pihaknya pun telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memberantas narkoba di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Menurut dia, satgas tersebut akan menyelidiki langsung peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lapangan.

"Mereka akan disebar ke tempat-tempat yang dianggap rawan terjadinya peredaran gelap narkoba," ujar Sentosa Sembiring.

Selama Januari - Mei 2020 terdapat 32 kasus peredaran gelap narkoba atau menurun hingga 30 persen dibanding sebelumnya.

"Lima bulan sebelumnya kami mengungkap 45 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba," kata Sentosa Sembiring.

Didominasi Obat Keras Golongan G
Kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cirebon didominasi obat keras golongan G.
Kasat Narkoba Polresta Cirebon, Kompol Sentosa Sembiring, mengatakan, 23 dari 32 kasus yang diungkap selama Januari - Mei 2020 merupakan kasus penyalahgunaan obat keras.
Menurut dia, rata-rata modusnya adalah mengedarkan obat-obatan tersebut tanpa izin resmi.
"Kasus obat keras ini yang paling banyak terjadi di Kabupaten Cirebon," kata Sentosa Sembiring saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (26/5/2020).
Ia mengatakan, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan jajarannya juga cukup fantastis.
Yakni, 589432 butir obat keras golongan G dari mulai Trihex, Tramadol, Dekstro, dan lainnya.
Pihaknya juga berhasil mengungkap tujuh kasus peredaran dan penyalahgunaan sabu-sabu selama periode tersebut.
"Barang bukti yang diamankan mencapai 5,41 gram sabu-sabu," ujar Sentosa Sembiring.
Tak hanya itu, Satnarkoba Polresta Cirebon juga menangani dua kasus penyalahgunaan ganja selama Januari - Mei 2020.
Menurut dia, barang buktinya ialah 171 gram ganja kering siap edar.
Di periode itu, terdapat 32 kasus peredaran gelap narkoba atau menurun hingga 30 persen.
"Lima bulan sebelumnya kami mengungkap 45 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba," kata Sentosa Sembiring.

Kasus Peredaran Narkoba Menurun

Kasus peredaran narkoba di Kabupaten Cirebon diklaim menurun selama pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved