Human Interest Story

Puluhan Tahun Mangkal di Jalan Sudirman Kuningan, Tukang Nasi Goreng Ini Tetap Jualan di Masa PSBB

pendapatannya di masa pandemi covid-19, ini hanya cukup untuk memenuhui kebutuhan hajat hidup keluarga.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Rahmat, pedagang nasi goreng yang mangkal di Jalan Siliwangi Kuningan sejak puluhan tahun lalu, tetap berjualan di saat pemberlakuan PSBB, Sabtu (23/5/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan,Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak menyurutkan semangat Rahmat, seorang pedagang nasi goreng di Jalan Sudirman Kabupaten Kuningan, untuk berjualan seperti biasanya.

“Saya tetap berjualan begini saja,” ungkap Rahmat di sela aktivitasnya melayani konsumen tadi, Sabtu (23/5/2020).

Namun diberlakukannya Kuningan siaga untuk pencegahan penyebaran virus corona, kata Rahmat, menurunkan pendapatan hasil jualan.

Rahmat yang juga merupakan warga Kecamatan Cidahu, mengatakan, pendapatannya di masa pandemi covid-19, ini hanya cukup untuk memenuhui kebutuhan hajat hidup keluarga.

“Sekarang mah bisa makan juga beruntung,” kata Rahmat yang mengaku belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

Sebelum pandemi covid-19, dia mengaku bisa menghasilkan pendapatan di atas Rp 200 ribu untuk per harinya.

”Namun sekarang mah, jualan nasi goreng tidak lebih dari tiga saja,” katanya.

Ucapan Permohonan Maaf Menyentuh Hati Jelang Lebaran, Tepat Dikirim pada Orangtua, Copy Paste Saja!

Download Video Ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 2020, Kirim Kepada Orang Terkasih & Kerabat

Nih Kata-kata Kreatif Ucapan Lebaran Idul Fitri Biar Semakin Menarik, Kirim untuk Keluarga & Sahabat

Kondisi ini jauh berbeda selama menjadi pedagang nasi goreng. “Kan, biasa sebelum virus corona. Saya jualan nasi goreng itu bisa menghabiskan sebanyak 8 kg,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk menjaga kesehatan dalam menghadapi masa pandemi ovid 19 sekarang  sering minum jamu tradisional dan cairan tolak angin.

Terlebih, kata dia, aktivitas sebagai penjual nasi goreng dilakukan setiap malam hari. “Waktu jualan itu mulai jam lima sore hingga jam dua malam,” ujarnya.

Rahmat berharap penyebaran virus corona di Kuningan ini segera berlalu dan kembali berjalan seperti pada sebelum –sebelumnya.

”Iya kang, ada virus corona semua terdampak bukan hanya saya saja,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved