Rukyatul Hilal

VIDEO - Pengamatan Hilal di Sukabumi Menggunakan Alat Modern dan Tradisional, Ini Caranya

Ia mengatakan, teleskop digunakan sebagai pembantu untuk memfokuskan pandangan melihat matahari terbenam.

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Dewan Hisab dan Rukyat (DHR) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sore tadi  melakukan rukyatul hilal di Pusat Observasi Bulan (POB), Cibeas, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2020).

Ada beberapa alat yang digunakan DHR dalam melakukan rukyatul hilal.

Operator DHR Kabupaten Sukabumi Zaenurridwan, menyebutkan, pihaknya menggunakan teleskop dan alat tradisional bernama Bektang.

TONTON VIDEO DI SINI

"Kalau ini, sebetulnya teleskop ini bukan buat hilal, ini hanya untuk benda langit saja, hanya untuk melihat waktu matahari terbenam. Alat manual ini namanya Bektang," ujarnya di POB Cibeas sebelum lakukan rukyatul hilal, Jumat (22/5/2020).

Ia menjelaskan, nama Bektang tersebut diambil dari dua nama tokoh ahli palak dari Padang dan Sukabumi, Jawa Barat.

"Bektang itu diambil dari dua nama tokoh ahli palak, KH. Sadudin Jambek dari Padang, satu lagi KH. Tang Soban Mangku dari Sukabumi, Jawa Barat," jelasnya.

 Aparat Desa yang Sunat Duit BST Rp 500 Ribu Milik Warga Diancam Bakal Dijebloskan ke Penjara

 Sering Pamer Kekayaan, Ujung Rambut Sampai Kaki Barang Branded, Dari Mana Sumber Duit Sarah Keihl?

 Pria di Bangil Pakai Hazmat Aksi di Jalan, Ayo Keluar Semua Kalau Indonesia Mau Seperti Ekuador

Ia mengatakan, teleskop digunakan sebagai pembantu untuk memfokuskan pandangan melohat matahari terbenam.

"Kalau alat itu (teleskop) hanya membantu untuk memfokuskan pandangan saja, tidak membidik langsung ke hilalnya," ucapnya.

Pengamatan hilal 1 Ramadan 1441 dilakukan di Observatorium Bosscha Lembang, Kamis (23/4/2020).
Pengamatan hilal 1 Ramadan 1441 dilakukan di Observatorium Bosscha Lembang, Kamis (23/4/2020). (Foto istimewa)

"Yang diundang hari ini hanya 20 orang dari berbagai intansi di Kabupaten Sukabumi. Ada beberapa pendapat yang mengatakan dilihat dengan teleskop itu tidak sah.

Tapi melihat hilal secara kasat mata itu 1.000 kali lebih cepat," terangnya. (M Rizal Jalaludin)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved