Pemusnahan Botol Miras Majalengka

Akui Maraknya Peredaran Miras, Kapolresta Cirebon Tegaskan Tak Akan Berhenti Razia Pekat

Menurut dia, kegiatan semacam itu bakal dilaksanakan secara rutin di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ribuan botol miras hasil razia jajaran Polresta Cirebon dimusnahkan menggunakan setum di halaman Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (22/5/2020). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengakui maraknya peredaran minuman keras (keras) di Kabupaten Cirebon.
Karenanya, pihaknya menegaskan tidak akan pernah berhenti menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD).
Menurut dia, kegiatan semacam itu bakal dilaksanakan secara rutin di wilayah hukum Polresta Cirebon.
"Memang miras ini selalu muncul meski razia terus dilaksananan, tapi kami tidak akan pernah berhenti untuk memberantasnya," ujar M Syahduddi saat ditemui usai pemusnahan ribuan botol miras di halaman Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (22/5/2020).
Ia menegaskan jajaran Polresta Cirebon tak akan henti-hentinya menggelar operasi pekat dan dengan mendatangi warung-warung yang nekat menjual miras.
Pasalnya, selama ini miras menjadi sumber atau pemicu terjadinya berbagai tindak kriminalitas  di Kabupaten Cirebon. 
Agar, menurut dia, terciptanua kondusifitas di Kabupaten Cirebon dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Cirebon untuk lebih meningkatkan kesadaran dan menjauhi miras," kata M Syahduddi.
Sementara Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengaku miris akan maraknya peredaran miras di Kabupaten Cirebon.
Karenanya, pihaknya mendukung penuh razia pekat yang dilaksanakan jajaran Polresta Cirebon untuk memberantas miras.
Selain itu, Imron juga meminta Satpol PP Kabupaten Cirebon turut melaksanakan razia serupa dalam rangka membantu kepolisian.
"Sangat disayangkan Cirebon yang dijuluki sebagai Kota Wali tapi marak peredaran miras, ini harus menjadi perhatian semua pihak," ujar M Syahduddi.

Musnahkan Ribuan Botol Miras

Jajaran Polresta Cirebon memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek, Jumat (22/5/2020).

Miras yang dimusnahkan di halaman Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, itu merupakan hasil razia selama lima bulan.

Ribuan botol miras itu tampak dihamparkan kemudian dimusnahkan menggunakan mesin setum.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, pun tampak menaiki setum dan memimpin pemusnahan tersebut.

Jajaran Forkompimda Kabupaten Cirebon memulai pemusnahan miras itu dengan melemparkannya ke hamparan botol miras itu.

Bahkan, puluhan jeriken yang berisi miras jenis ciu dan tuak juga turut dilindas menggunakan setum.

Seketika bau miras pun langsung merebak hingga orang-orang yang hadir tampak menutup hidung meski telah mengenakan masker.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan, miras yang dimusnahkan itu hasil razia jajarannya selama Januari - Mei 2020.

"Miras ini hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) yang dilaksanakan Polresta Cirebon dan Polsek jajaran," kata M Syahduddi saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, jumlah miras yang dimusnahkan mencapai 10019 botol berbagai merek, 1450 liter ciu, dan 1250 liter tuak.

Menurut dia, miras-miras tersebut disita dari para pedagang untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan terutama menjelang Idulfitri.

Agar perayaan Idulfitri di Kabupaten Cirebon berjalan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan tindak kriminal.

"Tujuannya demi menciptakan kondusifitas Kabupaten Cirebon dan memberikan rasa aman bagi masyarakat," ujar M Syahduddi.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved