Video

VIDEO - Ini Momen Gadis Cantik di Indramayu Gagal Lafalkan Pancasila.Sebagai Hukuman Tak Bermasker

Petugas pun kemudian menanyai gadis cantik tersebut apakah ia berpuasa, lalu menghukumnya dengan melafalkan teks pancasila.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Gadis berparas cantik ini diberhentikan paksa petugas saat terjaring razia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Indramayu.

//

Ia diberhentikan lantaran tertangkap basah mengendarai sepeda motor tidak mengenakan masker.

Kejadian itu terjadi di Jalan Ahmad Yani Indramayu pada Minggu (17/5/2020).

"Kenapa tidak memakai masker?" ujar petugas.

"Tadi nyari-nyari yang jualan (masker) tapi gak ada," ujar gadis tersebut.

Petugas pun kemudian menanyai gadis cantik tersebut apakah ia berpuasa, lalu menghukumnya dengan melafalkan teks pancasila.

Pantauan Tribuncirebon.com, gadis cantik tersebut awalnya gagal pada kesempatan pertama, ia melafalkan teks pancasila secara terburu-buru dan lupa bunyi sila ke-dua.

Seorang perempuan di Indramayu terjaring razia di Jalan Ahmad Yani Indramayu, Minggu (17/5/2020).
Seorang perempuan di Indramayu terjaring razia di Jalan Ahmad Yani Indramayu, Minggu (17/5/2020). (Istimewa)

Meski demikian, saat dimotivasi petugas gadis tersebut akhirnya berhasil pada kesempatan kedua dengan melafalkan teks pancasila dengan perlahan.

Gadis itu juga dibantu petugas saat lupa bunyi kalimat awal sila ke-lima.

Setelah berhasil melafalkan teks pancasila, petugas memberikan satu buah masker untuk dikenakan gadis cantik tersebut sebelum memperbolehkannya melanjutkan perjalanan.

Adapun sanksi membacakan teks pancasila ini dilakukan sebagai sanksi edukatif agar para pelanggar senantiasa mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

 Bupati Kuningan Nyatakan Malam Lebaran Tak Ada Takbir Keliling, Ini Aturan PSBB Jilid 2 di Kuningan

 Malam Ini Malam Ganjil Terakhir Bulan Ramadhan, Ini Doa Rasulullah SAW untuk Meraih Lailatul Qadar

Sanksi ini juga sebagai bentuk memupuk kembali rasa nasionalisme masyarakat bilamana lupa dengan bunyi dari dasar negara Republik Indonesia tersebut.

"Karena mungkin ada sebagian masyarakat yang lupa, jadi kita ingatkan kembali," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved