Toserba Yogya Rumahkan 200 Karyawan

Tak Hanya SPG Fashion, Toserba Yogya Indramayu Juga Rumahkan Karyawan Food Court

Padahal food court termasuk usaha yang dikecualikan dan boleh beroperasi selama pelaksanaan PSBB

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Toserba Yogya di Indramayu, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 200 karyawan Toserba Yogya Indramayu mesti dirumahkan pascapelarangan beroperasinya tenant penjualan pakaian atau fashion selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Store Manager Toserba Yogya Indramayu, Intan Veradianty mengatakan, 200 karyawan itu meliputi SPG di bagian fashion atau pakaian dan food court.

"Kalau total SPG kita ada 180 orang sama sisanya di food court, kalau fashion tutup mau gak mau food court juga ikut ditutup," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (21/5/2020).

Intan Veradianty menjelaskan, lokasi food court yang berada di lantai atas juga terkena imbas dari Peraturan Bupati Indramayu Nomor 29 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan PSBB.

Padahal food court termasuk usaha yang dikecualikan dan boleh beroperasi selama pelaksanaan PSBB berlangsung selama menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak mungkin juga kita ngebiarin food courtnya buka tapi fashionnya tutup karena bahaya juga," ujarnya.

Ruswan Latuconsina Ngotot Mau Polisikan Andre Taulany dan Rina Nose: Enggak Ada yang Hubungi Kita

Kania Dewi, Pemeran Intan Preman Pensiun 4 Bocorkan Adegan di Ranjang Bersama Willy, Warganet Kepo

Bacaan Doa Setelah Shalat Tarawih dan Shalat Witir, Dilengkapi Dengan Latin & Arti Doa Kamilin

Diceritakan Intan Veradianty, para karyawan yang terpaksa dirumahkan itu bahkan sempat menangis saat membereskan bagian fashion di lantai dua kemarin.

Mereka juga terancam tidak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) penuh dan gaji utuh karena diliburkan lebih awal.

Padahal bagi karyawan di saat momen lebaran ini bisa meraup untung lebih karena meningkatnya animo masyarakat berbelanja baju lebaran.

"Dalam seminggu terakhir kita kehilangan omzet miliaran, tapi ini sebagai bentuk kepatuhan kita kepada pemerintah," ujarnya. 

Digerebek Satpol PP

Dua buah toko busana di Kabupaten Indramayu digerebek petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Indramayu, Polres Indramayu, dan Kodim 0616/Indramayu, Minggu (17/5/2020) sore.

Dua toko busana itu, yakni Toserba Yogya Indramayu dan Ria Busana Indramayu.

Kepala Bidang Penegakkan Perda Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebaran Kabupaten Indramayu, Kamsari Sabarudin mengatakan, Keduanya terbukti melanggar Peraturan Bupati Indramayu Nomor 29 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tempat usaha ini tidak termasuk jenis yang dikecualikan dalam Perbup 29 Tahun 2020 juga mengabaikan physical distancing atau jarak antar pembeli yang kurang dari 1 meter," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Pantuan Tribuncirebon.com di lokasi, ribuan pembeli yang tengah berburu baju lebaran di kedua perusahaan tersebut langsung berhamburan setelah digrebek petugas.

Mereka langsung dibubarkan paksa petugas tanpa terkecuali melalui pengeras suara.

 Niat Sholat Idulfitri Berjamaah atau Sendiri di Rumah, Begini Tata Cara dan Panduan Khutbahnya

 Niat Bayar Zakat serta Besarannya Jika Bayar Pakai Beras, dan Orang yang Berhak Menerima Zakat

Kamsari Sabarudin menyampaikan, peringatan tegas pun langsung dilayangkan petugas kepada pemilik usaha melalui surat peringatan pertama.

Kedua perusahaan besar itu diminta segera menutup sendiri usahanya secara sukarela.

Jika tetap mengabaikan imbauan tersebut, pihaknya tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas.

"Tapi untuk Toserba Yogya Indramayu hanya lantai duanya saja yang kita minta tutup, karena itu fashion. Kalau lantai satu karena kebutuhan pokok masih boleh beroperasi," ujarnya.

Dalam hal ini, peringatan juga ditujukan kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Kabupaten Indramayu untuk mematuhi peraturan yang sudah dibuat pemerintah hingga pelaksanaan PSBB berakhir pada tanggal 19 Mei 2020 mendatang.

 BREAKING NEWS - Kawanan Rampok Satroni Rumah Pengusaha di Kuningan, Sekap Penghuni Jarah Harta  

 Rumah Pengusaha Kaya di Kuningan Digasak Komplotan Perampok, Pelaku Diduga 20 Orang

Dikatakan Kamsari Sabarudin, hal tersebut demi mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

"Sementara baru dua yang terbukti melakukan pelanggaran besar, selebihnya kita akan pantau perusahaan lainnya juga," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved