BI Cirebon Catat Penukaran Uang Baru Menjelang Lebaran 2020 Menurun
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta, mengatakan, uang pecahan baru yang dikeluarkan mencapai Rp 2,5 triliun
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Penukaran uang pecahan baru menjelang Lebaran 2020 di Wilayah III Cirebon tampaknya menurun.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta, mengatakan, hingga kini uang pecahan baru yang dikeluarkan mencapai Rp 2,5 triliun.
• Bacaan Doa Setelah Shalat Tarawih dan Shalat Witir, Dilengkapi Dengan Latin & Arti Doa Kamilin
Padahal, pihaknya menyiapkan Rp 4 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang baru di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan (Ciayumajakuning).
"Kami mencatat realisasi penukaran uang selama 5 - 20 Mei 2020 mencapai Rp 2,5 triliun," ujar Bakti Artanta saat ditemui di KPw BI Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Kamis (21/5/2020).
Ia mengatakan, realisasi tersebut terdiri dari Rp 1,9 triliun yang dikeluarkan melalui ATM se-Ciayumajakuning.
• BI Cirebon Gelontorkan Rp 4 Triliun untuk Penukaran Uang Baru di Wilayah Ciayumajakuning
Sementara Rp 596 miliar lainnya merupakan uang pecahan kecil yang ditukar melalui bank-bank di Wilayah III Cirebon.
Bahkan, jumlah tersebut termasuk yang dikeluarkan untuk kebutuhan bansos bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
"Ada bank yang ditunjuk sebagai penyalur bansos dan banyak masyarakat yang mengambil uangnya melalui ATM bank itu," kata Bakti Artanta.
Ia mengakui realisasi penukaran uang tersebut tergolong menurun dibanding tahun sebelumnya.
• Lebaran di Rumah Saja, Menag Fachrul Razi: Tidak Perlu Terima Tamu, Cukup Video Call
Menurut dia, Rp 4 triliun yang disiapkan merupakan realisasi penukaran uang pecahan baru di Ciayumajakuning pada Lebaran 2019.
Namun, pihaknya sengaja menyiapkan uang pecahan baru sesuai realisasi tahun sebelumnya dan siap ditambah jika masih kurang.
"Tapi, memang sesuai prediksi kami bahwa penukaran uang pecahan baru akan menurun, dan tentunya dipengaruhi pandemi Covid-19," ujar Bakti Artanta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-duit.jpg)